Kue Gambang Semarang, Jajanan Bernama Ganjel Rel dengan Rasa Manis dan Rempah

tim solobalapan • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB
Kue gambang atau ganjel rel khas Semarang bertabur wijen.(Youtube)
Kue gambang atau ganjel rel khas Semarang bertabur wijen.

SOLOBALAPAN.COM - Namanya ganjel rel, tetapi bukan bagian dari jalur kereta. Di Semarang, ganjel rel justru dikenal sebagai kue tradisional berbentuk balok, berwarna cokelat, dan bertabur wijen.

Kue ini juga dikenal dengan nama kue gambang. Bentuknya memanjang dengan tekstur yang cenderung padat.

Rasa manis menjadi salah satu ciri yang terasa dari kue ini. Gula merah atau gula aren juga membuat warnanya terlihat cokelat.

Baca Juga: Transformasi Brandon Lilhero: Dari Dancer Cilik IMB hingga Menjadi Koreografer dan Juri Profesional

Selain manis, ganjel rel memiliki aroma rempah. Beberapa versi menggunakan kayu manis, cengkeh, atau jahe dalam adonannya.

Taburan wijen menjadi pelengkap di bagian atas. Teksturnya juga menambah sensasi saat kue disantap.

Tekstur ganjel rel bisa berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang tetap padat, sementara versi lain dibuat lebih lembut.

Nama ganjel rel sendiri berkaitan dengan bentuk kue. Bentuknya yang memanjang dan padat kemudian diasosiasikan dengan benda pengganjal pada jalur kereta.

Baca Juga: Avengers: Endgame Encore Tayang Lagi, Apa yang Baru dan Petunjuk Menuju Doomsday?

Sementara itu, sebutan kue gambang juga digunakan untuk jajanan yang sama. Nama tersebut kerap dikaitkan dengan bentuknya yang dianggap menyerupai alat musik gambang.

Ganjel rel juga memiliki cerita sejarah yang cukup panjang. Kue ini kerap dikaitkan dengan pengaruh kuliner Belanda, khususnya ontbijtkoek.

Dalam perkembangannya, resep ganjel rel mengalami penyesuaian. Bahan dan teksturnya pun bisa berbeda sesuai dengan pembuatnya.

Meski begitu, beberapa cirinya masih mudah dikenali. Warna cokelat, rasa manis, aroma rempah, bentuk memanjang, dan wijen tetap menjadi bagian dari kue ini.

Baca Juga: Vico Duarte Datang, Slot Pemain Asing Persis Solo Overkapasitas: Siapa Legiun Asing yang Bakal Coret?

Ganjel rel juga berkaitan dengan Dugderan. Tradisi masyarakat Semarang ini berlangsung menjelang Ramadan.

Kue tersebut menjadi salah satu makanan yang hadir dalam tradisi Dugderan. Hal ini membuat ganjel rel juga dikenal sebagai bagian dari kuliner dalam tradisi setempat.

Namanya mungkin membuat orang membayangkan jalur kereta. Namun, ganjel rel justru menawarkan rasa manis, aroma rempah, dan tekstur khas dalam bentuk sebuah kue tradisional Semarang. (Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
hanifatuz zahra kuliner semarang kue gambang ganjel rel jajanan khas