Kenapa Tape Goreng Disebut Rondo Royal? Namanya Bikin Salah Fokus

tim solobalapan • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 17:06 WIB
Rondo Royal, jajanan tradisional berbahan tape singkong yang dibalut tepung lalu digoreng.(Cobisnis)
Rondo Royal, jajanan tradisional berbahan tape singkong yang dibalut tepung lalu digoreng.

SOLOBALAPAN.COM - Mendengar nama Rondo Royal mungkin membuat orang berpikir tentang “janda” dan sesuatu yang mewah. Padahal, Rondo Royal merupakan nama jajanan tradisional berbahan tape singkong yang digoreng dengan balutan tepung.

Jajanan ini cukup dikenal di sejumlah daerah di Jawa, salah satunya Jepara. Di beberapa wilayah, makanan yang sama juga memiliki sebutan berbeda. Ada yang menyebutnya tape goreng, sementara di Jepara bagian selatan dikenal dengan nama manyos.

Baca Juga: Di Balik Bunyi Gamelan Sekaten, Ada Tradisi Nginang, ini Maksudnya!

Bahan dasarnya sebenarnya sederhana. Tape singkong dibentuk atau dipotong sesuai kebutuhan, kemudian dibalut dengan adonan tepung sebelum digoreng. Rasa manis khas tape berpadu dengan bagian luar yang gurih setelah digoreng.

Yang justru membuat jajanan ini menarik adalah namanya. Istilah Rondo Royal terdengar seperti gabungan dua kata yang memiliki arti cukup berbeda dengan bentuk makanannya.

Dalam bahasa Jawa, rondo berarti janda. Sementara kata royal dalam penggunaan sehari-hari dapat merujuk pada seseorang yang suka memberi atau tidak pelit. Dari pemaknaan tersebut, muncul salah satu cerita mengenai asal-usul nama Rondo Royal.

Cerita yang berkembang menyebut jajanan ini pernah dikaitkan dengan seorang janda yang membuat makanan tersebut dan dikenal suka membagikannya kepada orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Ternyata Bintang yang Mati Bisa Tinggalkan Bentuk Aneh, Ada yang Jadi Kupu-Kupu hingga Mata Kucing

Karena dianggap memiliki sifat yang royal atau suka berbagi, muncul penyebutan Rondo Royal. Namun, cerita tersebut lebih banyak berkembang sebagai kisah lisan dan belum dapat dipastikan sebagai asal-usul nama jajanan tersebut.

Penafsiran secara harfiah. Rondo Royal dimaknai sebagai “janda mewah”, karena rondo berarti janda dan royal dikaitkan dengan sesuatu yang mewah.

Penafsiran tersebut kemudian memunculkan cerita lain mengenai sosok janda yang disebut berkaitan dengan pembuatan atau pengenalan jajanan ini. Sama seperti cerita sebelumnya, versi tersebut belum memiliki bukti yang cukup untuk disebut sebagai asal-usul pasti.

Justru ada penjelasan lain yang tidak menghubungkan kata rondo dengan arti janda. Dalam kajian mengenai kuliner Jawa, terdapat pendapat bahwa istilah tersebut bisa berkaitan dengan kata rodo atau rada yang berarti “agak” atau “hampir”.

Baca Juga: Siapa Dewi Gita? Istri Armand Maulana yang Namanya Terseret Isu Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Pengucapan rodo kemudian disebut terdengar seperti rondo. Jika menggunakan penafsiran ini, Rondo Royal dapat dimaknai sebagai “agak mewah”.

Lalu, apa hubungannya dengan tape singkong?

Pada masa ketika singkong banyak dikonsumsi dalam bentuk sederhana, mengolahnya menjadi tape membutuhkan proses tambahan. Tape tersebut kemudian masih diberi balutan tepung dan digoreng sebelum disantap.

Proses pengolahan yang lebih panjang itulah yang kemudian dikaitkan dengan istilah “agak mewah”. Singkong tidak langsung dikonsumsi, tetapi diolah kembali menjadi sajian dengan rasa dan bentuk yang berbeda.

Meski begitu, tidak ada satu versi yang benar-benar disepakati mengenai asal-usul nama Rondo Royal. Penjelasan mengenai nama jajanan ini masih memiliki beberapa versi yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Jangan Cuma Ditumis, Ini Khasiat Luar Biasa Sayur Buncis

Perbedaan penyebutan juga menunjukkan bagaimana nama makanan tradisional dapat berubah atau memiliki istilah berbeda di setiap daerah. Di Jepara, misalnya, Rondo Royal dikenal sebagai salah satu jajanan berbahan tape, sedangkan di daerah lain istilah tape goreng lebih mudah ditemukan.

Nama yang terdengar unik tersebut akhirnya justru menjadi bagian dari daya tarik jajanan ini. Rondo Royal tidak hanya dikenal karena olahan tape singkongnya, tetapi juga karena nama yang membuat orang penasaran sebelum mengetahui makanan di baliknya.

Jadi, Rondo Royal bukanlah nama seseorang, melainkan sebutan untuk jajanan tradisional berbahan tape singkong. Soal mengapa disebut demikian, jawabannya belum benar-benar tunggal.

Baca Juga: Karakter Cewek Bisa Dilihat dari Kebiasaan Dandan dan Sehari-hari, Kamu Termasuk yang Mana?

Ada versi yang mengaitkannya dengan seorang janda yang suka berbagi, ada yang memaknainya sebagai “janda mewah”, dan ada pula yang menghubungkannya dengan kata rodo yang berarti “agak”.

Di tengah berbagai versi tersebut, satu hal yang jelas adalah Rondo Royal merupakan bagian dari ragam kuliner tradisional Jawa. Namanya mungkin membuat salah fokus, tetapi justru dari nama itulah cerita tentang sebuah jajanan sederhana menjadi menarik untuk ditelusuri. (Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
hanifatuz zahra rondo royal tape goreng kuliner jepara kuliner tradisional