Sebelum Butter Tteok dan Dubai Chewy Cookie Viral, Sensasinya Ternyata Sudah Lama Akrab di Indonesia

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:17 WIB
Butter tteok dan Dubai chewy cookie sedang ramai sebagai jajanan kekinian. Namun, sensasi kenyal, renyah hingga isian di dalamnya ternyata sudah lama dikenal lewat jajanan tradisional Indonesia. (Ilustrasi AI)
Butter tteok dan Dubai chewy cookie sedang ramai sebagai jajanan kekinian. Namun, sensasi kenyal, renyah hingga isian di dalamnya ternyata sudah lama dikenal lewat jajanan tradisional Indonesia. (Ilustrasi AI)

SOLOBALAPAN.COM - Beberapa waktu terakhir, dunia jajanan kembali diramaikan makanan dengan tekstur yang unik. Setelah Dubai chewy cookie sempat ramai, muncul butter tteok yang ikut mencuri perhatian.

Keduanya sama-sama punya daya tarik pada tekstur, mulai dari bagian yang lembut, kenyal, sampai sensasi renyah ketika digigit.

Butter tteok sendiri merupakan dessert berbahan dasar tepung beras atau ketan yang dipanggang dengan tambahan mentega dan bahan lain. Teksturnya menjadi salah satu alasan makanan ini menarik perhatian.

Baca Juga: Duga Wanprestasi Soal Rumah Gono-Gini, Sarwendah Layangkan Somasi Tegas ke Ruben Onsu

Setelah Dubai chewy cookie lebih dulu ramai, butter tteok kemudian ikut muncul di berbagai bakery dan media sosial.

Kalau melihat bentuk dan cara penyajiannya, makanan-makanan tersebut memang terlihat sangat kekinian. Ada yang dikemas dalam kotak cantik, diberi topping, dibuat dengan berbagai isian, sampai dijual dengan nama yang terdengar asing bagi sebagian orang.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, beberapa sensasi yang ditawarkan jajanan tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi orang Indonesia.

Salah satu yang langsung terlintas adalah gemblong. Jajanan pasar ini dibuat dari bahan dasar tepung ketan dan kelapa, kemudian dilapisi gula sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih.

Bagian luarnya bisa terasa lebih padat atau renyah karena lapisan gulanya, sementara bagian dalamnya tetap memiliki tekstur khas ketan.

Karena itu, ketika sekarang orang ramai mencoba butter tteok demi mendapatkan perpaduan tekstur renyah dan kenyal, gemblong terasa seperti versi yang sudah lebih dulu dikenal di pasar-pasar tradisional.

Baca Juga: Terhalang Abu Vulkanik, Pembicara dari Thailand Tampil Daring di Konferensi Internasional FISIP UNS

Tentu keduanya bukan makanan yang sama. Butter tteok punya resep dan karakter tersendiri, sementara gemblong merupakan jajanan tradisional Indonesia. Namun, sensasi saat menggigitnya punya titik temu yang cukup menarik.

Cerita serupa juga bisa ditemukan pada Dubai chewy cookie dan klepon. Dubai chewy cookie dikenal karena bagian luarnya yang lembut dan kenyal, sementara di dalamnya terdapat kombinasi isian yang memberikan sensasi berbeda ketika digigit. Tren makanan ini berkembang dari Korea Selatan dan kemudian ikut populer di Indonesia.

Sementara itu, klepon sudah lama dikenal sebagai jajanan pasar berbentuk bulat dengan isian gula merah. Begitu digigit, gula di bagian tengah bisa langsung terasa. Klepon sendiri dibuat dari tepung ketan dan secara tradisional disajikan dengan parutan kelapa.

Bedanya tentu jauh. Dubai chewy cookie punya marshmallow, cokelat, pistachio dan elemen renyah dari kataifi, sedangkan klepon jauh lebih sederhana. Tetapi ada satu kesamaan yang membuat keduanya menarik untuk dibandingkan: sama-sama menyimpan kejutan di bagian dalam.

Bukan cuma jajanan manis. Dari makanan gurih pun sebenarnya ada contoh yang menarik.

Baca Juga: Berhasil Pecah Telur lawan Australia! Theodore Leeming Bawa Bekal Spesial Kembali ke Persis Solo

Kimbap, misalnya, sekarang cukup mudah ditemukan di berbagai tempat makan Korea. Bentuknya berupa nasi dan isian yang digulung, kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil sehingga praktis disantap.

Kalau konsepnya yang dilihat, orang Indonesia sebenarnya sudah lama mengenal makanan yang sama-sama mengandalkan nasi dan isian dalam bentuk praktis. Salah satunya adalah arem-arem.

Arem-arem dibuat dari nasi yang diberi isian, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus. Isinya bisa berupa sayuran, daging, sambal goreng, atau bahan lainnya. Makanan ini juga dikenal sebagai bekal atau camilan yang cukup mengenyangkan.

Jadi, kalau kimbap terlihat seperti makanan praktis yang cocok dibawa dan dimakan kapan saja, arem-arem sebenarnya sudah punya konsep tersebut sejak lama. Bentuk dan rasanya memang berbeda, tetapi gagasan sederhananya sama: nasi, isian, lalu dibuat supaya mudah disantap.

Menariknya, sekarang ada juga nasi cokot yang ikut populer dengan konsep serupa. Nasi dan lauk dibuat dalam bentuk yang lebih praktis, kemudian dibungkus sehingga bisa langsung dimakan. Ini menunjukkan bahwa ide membuat nasi menjadi makanan yang mudah dibawa sebenarnya terus muncul dari waktu ke waktu, hanya bentuk dan cara penyajiannya yang berubah.

Perubahan paling terasa mungkin justru ada pada ubi.

Dulu, ubi kukus atau ubi goreng sudah cukup menjadi camilan. Tidak perlu banyak tambahan. Ubi dipotong, dimasak, lalu dimakan begitu saja.

Sekarang bahan yang sama bisa diolah menjadi dessert dengan tambahan cream cheese, susu, berbagai topping, bahkan dikemas dengan tampilan yang dibuat khusus untuk menarik perhatian di media sosial.

Di sinilah perbedaannya mulai terasa. Bahan dasarnya belum tentu berubah. Yang berubah adalah cara makanan tersebut dipresentasikan.

Hal serupa sebenarnya juga bisa dilihat pada berbagai jajanan berbahan ketan. Indonesia sudah lama memiliki makanan dengan tekstur kenyal seperti klepon, cenil, wajik, hingga gemblong. Di Korea sendiri, tteok juga merupakan bagian dari tradisi kuliner yang sudah lama dikenal dan memiliki banyak jenis dengan karakter kenyal.

Jadi, ketika makanan dengan tekstur chewy kembali menjadi tren, sebenarnya selera terhadap tekstur tersebut bukan sesuatu yang benar-benar baru.

Yang berubah adalah bagaimana makanan itu diperkenalkan kepada generasi sekarang.

Nama yang terdengar asing, tampilan yang lebih menarik, kemasan yang rapi, tambahan topping, sampai video singkat ketika makanan dibelah atau digigit bisa membuat jajanan sederhana terlihat seperti sesuatu yang benar-benar baru.

Itulah yang membuat perbandingan jajanan dulu dan sekarang jadi menarik. Bukan berarti butter tteok adalah gemblong versi Korea, Dubai chewy cookie adalah klepon modern, atau kimbap sama dengan arem-arem. Keduanya tetap merupakan makanan yang berbeda.

Namun, kalau diperhatikan dari sensasinya, ada beberapa hal yang sebenarnya sudah akrab di lidah orang Indonesia sejak dulu.

Mungkin jajanan zaman sekarang memang bukan selalu tentang menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Kadang, kita hanya menemukan cara baru untuk menikmati sensasi yang sebenarnya sudah pernah ada. (Luthfiana Sekar)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
old vs now butter teok gemblong makanan