Bukan dari Kedelai, Tempe Bongkrek Dibuat dari Ampas Kelapa

tim solobalapan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 18:45 WIB
Tempe bongkrek berbahan dasar ampas kelapa.(Delinutri)
Tempe bongkrek berbahan dasar ampas kelapa.(Delinutri)

SOLOBALAPAN.COM - Mendengar kata tempe, kebanyakan orang mungkin mengenalnya sebagai bahan dari kedelai. Namun, ada jenis tempe yang dibuat dari bahan berbeda dan sudah lama dikenal di Jawa Tengah, yakni tempe bongkrek.

Tempe bongkrek merupakan makanan fermentasi yang dikenal di wilayah Banyumas. Jika tempe pada umumnya menggunakan biji kedelai, bongkrek menggunakan ampas atau bungkil kelapa sebagai bahan dasarnya. Bahan tersebut kemudian difermentasi hingga menjadi tempe.

Baca Juga: Apa Itu Girl Math? Ketika Belanja 9.9 Terasa Seperti Sedang Menghemat

Ampas kelapa yang digunakan merupakan hasil pengolahan kelapa. Bahan tersebut kemudian diolah kembali melalui proses fermentasi. Cara ini membuat ampas kelapa tidak hanya menjadi hasil samping, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.

Dalam proses pembuatannya, bahan kelapa terlebih dahulu dipersiapkan sebelum masuk ke tahap fermentasi. Ragi atau kapang kemudian ditambahkan untuk membantu proses tersebut. Setelah beberapa tahapan pengolahan, bahan akan berubah menjadi bongkrek.

Di Banyumas, tempe bongkrek juga dikenal dengan sebutan dage. Salah satu wilayah yang masih memproduksinya adalah Desa Ciberung, Kecamatan Ajibarang. Produksi tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan bagi warga.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Mitoni dalam Adat Jawa, Ini Rangkaian Ritual dan Maknanya

Dage dapat disantap sebagai lauk maupun camilan. Setelah diolah, makanan ini mempunyai rasa yang gurih. Di sejumlah tempat, dage juga masih dijual dengan menggunakan bungkus daun jati.

Tempe bongkrek juga memiliki catatan sejarah di Banyumas. Makanan tradisional ini pernah dikaitkan dengan kasus keracunan akibat kontaminasi selama proses pembuatannya. Risiko tersebut dapat muncul apabila bahan maupun proses pengolahan tidak dilakukan dengan baik.

Dalam kondisi tertentu, bakteri Pseudomonas cocovenenans dapat menghasilkan racun pada bahan bongkrek. Karena itu, kebersihan bahan dan peralatan serta proses fermentasi perlu diperhatikan dalam pengolahannya.

Baca Juga: Gunung Sinabung Ngamuk Lagi! 615 Warga Kuta Tengah Mengungsi Usai Kolom Erupsi Tembus 3.500 Meter

Hal tersebut juga menjadi perhatian bagi perajin yang masih memproduksi dage. Proses pengolahan perlu dilakukan dengan memperhatikan kebersihan agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi.

Tempe bongkrek menjadi salah satu contoh pangan fermentasi yang memiliki bahan dasar berbeda dari tempe yang selama ini lebih dikenal masyarakat. Dari ampas kelapa, masyarakat Banyumas menghasilkan makanan yang hingga kini masih dibuat dan dikonsumsi. (hanifatuz zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
tempe bongkrek banyumas kuliner desa jajanan tradisional makanan tradisional