Mengenal Sayur Adas dari Lereng Merbabu yang Kerap Diolah Jadi Menu Rumahan

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:27 WIB
Sayur bobor daun adas. (youtube)
Sayur bobor daun adas. 

SOLOBALAPAN.COM- Beragam tanaman sayuran tumbuh di kawasan sekitar lereng Merbabu, Boyolali. Sayuran seperti bayam, sawi, wortel, dan kubis adalah jenis sayuran yang ditanam warga sekitar. Di tengah sayuran tersebut, adas juga tumbuh dan dimanfaatkan, terutama bagian daunnya yang kerap dimanfaatkan sebagai bahan masakan.

Kecamatan Selo menjadi salah satu wilayah yang lekat dengan aktivitas pertanian sayuran. Berada di kawasan lereng Merapi-Merbabu, wilayah ini memiliki lahan yang dimanfaatkan warga untuk menanam berbagai jenis tanaman. Di antara hasil kebun tersebut, adas menjadi salah satu tanaman yang daunnya juga dimanfaatkan sebagai sayuran.

Baca Juga: Jangan Salah Kira, Bunga Ini Justru Jadi Bahan Favorit dalam Beragam Masakan

Tanaman adas sendiri sudah lama dikenal di kawasan Boyolali. Tidak hanya bagian daunnya, biji adas juga dimanfaatkan sebagai rempah. Namun, untuk kebutuhan dapur sehari-hari, daun mudanya dapat dipetik dan diolah menjadi sayuran. Daun ini dapat dipanen sekitar 70 hari setelah ditanam.

Daun adas memiliki bentuk yang cukup berbeda dari sayuran hijau yang sering kita lihat. Daunnya kecil dan tipis, sementara aromanya cukup menonjol. Ketika dimasak, aroma tersebut masih terasa dan memberikan aroma khas pada hidangan.

Pemanfaatan daun adas dimulai dengan memilih bagian yang masih muda. Setelah dipetik dan dibersihkan, daun bisa direbus atau dimasak bersama bahan lain. Cara pengolahannya pun tidak harus rumit untuk menghasilkan menu yang cocok disantap bersama nasi.

Baca Juga: Ekspansi Kuliner Nusantara, Soto Khas Boyolali Kini Hadir Permanen di Madinah

Di sekitar Boyolali, daun adas dikenal dapat disajikan sebagai sayuran pendamping. Ada yang merebusnya untuk kemudian dibuat pecel atau lalapan. Daun tersebut juga dapat dimasak menjadi bobor dengan kuah santan dan bahan pelengkap lainnya.

Masing-masing olahan memberikan rasa yang berbeda. Ketika disajikan dengan sambal atau bumbu pecel, aroma adas menjadi salah satu bagian yang cukup terasa. Sementara dalam sayur bobor, rasa gurih dari kuah santan berpadu dengan aroma daun sehingga menghasilkan sajian yang lebih lembut.

Baca Juga: Pernah Merasa Tidak Punya Waktu? Bisa Jadi Kamu Mengalami Time Blindness

Bagi warga yang tinggal di kawasan pegunungan, hasil kebun tidak hanya dimanfaatkan untuk dijual. Sebagian sayuran yang dipanen juga bisa langsung diolah menjadi hidangan sehari-hari. Salah satunya adalah daun adas yang cukup dipetik dari kebun lalu dimasak dengan cara sederhana.

Hasil kebun yang diperoleh warga di daerah pegunungan tidak semuanya dijual. Sebagian bisa dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan dapur dan dimasak sebagai hidangan sehari-hari. Karena itu, sayuran yang ditanam warga tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga dapat langsung diolah menjadi menu makan keluarga.

Dibandingkan dengan sayur bayam, kangkung, atau sawi, adas memang belum begitu umum dikenal. Namun, di sekitar lereng Merbabu, sayuran ini masih cukup akrab bagi mereka. Aroma khasnya menjadi pembeda saat adas dimasak, sekaligus memberikan rasa tersendiri yang sudah biasa dinikmati oleh masyarakat setempat.

Bagi warga di kawasan lereng Merbabu, adas menjadi salah satu sayuran yang masih mudah dijumpai dan dimanfaatkan. Meskipun namanya mungkin belum begitu familiar bagi masyarakat di daerah lain, adas tetap hadir dalam masakan rumahan dan menjadi salah satu bahan pangan yang dikenal di wilayah tersebut.(hanifatuz zahra)

 

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
daun adas lereng gunung merbabu boyolali Olahan sayuran