
SOLOBALAPAN.COM – Pernah berniat membuka ponsel sebentar sebelum tidur? Awalnya cuma ingin membalas pesan atau melihat satu video.
Namun, ketika melihat jam lagi, ternyata sudah hampir satu jam berlalu.
Hal serupa bisa terjadi saat bersiap pergi. Merasa masih punya banyak waktu, kita sempat mandi, memilih pakaian, sarapan, atau mencari barang yang lupa ditaruh di mana. Tiba-tiba waktu berangkat sudah dekat.
Pengalaman seperti itu sering disebut time blindness. Istilah ini menggambarkan keadaan ketika seseorang sulit menyadari waktu yang sedang berjalan atau memperkirakan berapa lama sebuah kegiatan akan berlangsung. Time blindness sendiri bukan diagnosis medis.
Ketika Waktu Terasa Berjalan Berbeda
Seseorang yang mengalami time blindness sebenarnya tetap tahu cara membaca jam. Ia juga tahu ada jadwal yang harus dipenuhi.
Yang sering meleset justru perkiraannya. Waktu 30 menit bisa terasa cukup panjang untuk menyelesaikan beberapa hal sekaligus, padahal kenyataannya tidak.
Misalnya, harus keluar rumah pukul 07.00. Pukul 06.30 masih terasa aman untuk mandi dan sarapan.
Belum lagi kalau harus memilih pakaian atau mencari kunci yang terselip. Tanpa terasa, waktu yang tersedia sudah habis.
Hal yang sama bisa terjadi saat mengerjakan tugas. Pekerjaan yang diperkirakan selesai dalam 30 menit ternyata baru beres setelah satu jam.




