Cita Rasa yang Terjaga: Gablok, Warisan Kuliner Khas Bumi Sukowati

Anmer Jilvandis • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:29 WIB
Gablok makanan tradisional khas Sragen. (Anmer jilvandis)
Gablok makanan tradisional khas Sragen. (Anmer jilvandis)
 
SOLOBALAPAN.COM- Di balik keberagam kuliner khas Sragen, gablok menjadi salah satu sajian tradisional yang masih bertahan hingga sekarang.
Makanan berbahan dasar beras ini telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat, terutama di Kecamatan Sumberlawang. Sekilas tampilannya memang sederhana, tetapi di balik kesederhanaan itu tersimpan cita rasa khas yang terus diwariskan.

Tak banyak yang mengetahui bahwa gablok memiliki proses pembuatan yang berbeda dari olahan beras pada umumnya.

Baca Juga: Hidden Gem Garang Asem Kuliner Solo Sejak 1991: Intip Kelezatan Kedai Gentha Rasa di Gang Sempit Laweyan

Berbeda dengan lontong yang direbus setelah dibungkus daun pisang, gablok diolah melalui tahapan khusus yang membuat teksturnya lebih padat dan kenyal.

Suwarni, penjual gablok di Sumberlawang, mengatakan proses pembuatannya diawali dengan memasak beras sebelum dicampur dengan obat puli.

"Lontong berasnya langsung dibungkus daun pisang lalu direbus. Kalau gablok, berasnya dimasak dulu, diberi obat puli lebih banyak, baru dibungkus dan dikukus," jelasnya.

Baca Juga: Cuaca Panas Bisa Bikin Tanaman Hidroponik Stres, Ini Cara Merawatnya

Setelah dibungkus, gablok dikukus selama kurang lebih satu jam hingga matang. Menurut Suwarni, penggunaan obat puli dalam jumlah yang lebih banyak menjadi pembeda utama karena membuat butiran beras menyatu lebih rapat sehingga menghasilkan tekstur yang lebih pulen.

Gablok semakin lengkap saat disajikan bersama sayur tumpang, sayuran pecel, dan sambal kacang. Ketiganya menjadi pelengkap yang tak terpisahkan.

Sehingga menghadirkan cita rasa gurih dengan sentuhan bumbu rempah yang khas. Tak sedikit warga memilih gablok sebagai menu sarapan karena mengenyangkan.

Baca Juga: Tak Sekadar Cantik, Ini Pertimbangan Pembeli Memilih Tanaman Hias

Di tengah gempuran kuliner yang terus bermunculan, gablok tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Selain mengenyangkan, makanan tradisional ini juga dikenal ramah di kantong.

"Satu bungkus harganya Rp 2.500," ujar Suwarni.

Meski dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, gablok tetap menawarkan cita rasa yang khas. Perpaduan rasa dan harganya yang bersahabat membuat kuliner tradisional ini masih menjadi menu sarapan favorit masyarakat.

Baca Juga: 5 Stasiun di Indonesia yang Dikenal Memiliki Kisah Mistis

Gablok membuktikan bahwa kekayaan kuliner tidak selalu hadir dalam sajian yang mewah. Dari proses pembuatannya hingga cita rasanya yang tetap terjaga, gablok terus menjadi salah satu ikon kuliner khas Bumi Sukowati.

Editor : Adi Pras
gablok sragen makanan tradisional kuliner