Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Panas Bisa Bikin Tanaman Hidroponik Stres, Ini Cara Merawatnya

R
Penulis: Rahma Azra Calista❯
Tanaman selada di Mantri Hidroponik, Baki, Sukoharjo, tetap tumbuh optimal di musim kemarau berkat perawatan rutin, seperti menjaga suhu air dan pH nutrisi. (Rahma Azra Calista/Solobalapan.com)
Tanaman selada di Mantri Hidroponik, Baki, Sukoharjo, tetap tumbuh optimal di musim kemarau berkat perawatan rutin, seperti menjaga suhu air dan pH nutrisi. (Rahma Azra Calista/Solobalapan.com)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Tanaman hidroponik yang tiba-tiba layu saat siang hari sering kali dianggap kekurangan air. Padahal, penyebabnya belum tentu karena volume air di dalam tandon berkurang.

Saat musim kemarau, suhu air yang meningkat justru menjadi salah satu penyebab tanaman mengalami stres. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman hingga menyebabkan akar membusuk.

Kondisi itu perlu menjadi perhatian karena suhu udara di Indonesia memang cenderung meningkat selama musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara rata-rata Indonesia pada Juni 2026 mencapai 27,3 derajat Celsius atau lebih tinggi 0,7 derajat Celsius dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991-2020.

Peningkatan suhu tersebut turut memengaruhi budidaya tanaman, termasuk hidroponik yang sangat bergantung pada kualitas air sebagai media tanam.

Pemilik Mantri Hidroponik Agus Sukarno mengatakan, menjaga suhu air di dalam tandon menjadi tantangan terbesar dalam merawat tanaman hidroponik saat musim kemarau.

Advertisement

Menurutnya, suhu air yang terlalu tinggi akan mengurangi kandungan oksigen di dalam air sehingga mengganggu pertumbuhan akar.

"Kalau suhu air semakin tinggi, kandungan oksigen di dalam air juga semakin berkurang," ujar Agus Sukarno, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, volume air di dalam tandon harus selalu dipantau. Saat air mulai berkurang, sebaiknya segera ditambahkan agar suhu air tetap stabil.

Jumlah lubang tanam juga perlu disesuaikan dengan kapasitas tandon sehingga kebutuhan air setiap tanaman tetap terpenuhi.

Selain itu, kelembapan lingkungan sekitar tanaman juga perlu dijaga, terutama saat cuaca sedang terik. Menurut Agus, area di sekitar instalasi hidroponik dapat disemprot air untuk membantu menjaga kelembapan sehingga tanaman tidak mudah mengalami stres akibat suhu yang tinggi.

Advertisement

Artikel Terkait

Bougenville Jadi Tanaman Hias yang Paling Banyak Dicari saat Musim Kemarau

Bougenville Jadi Tanaman Hias yang Paling Banyak Dicari saat Musim Kemarau

Tren tanaman hias berubah saat musim kemarau. Bougenville kini menjadi tanaman yang paling banyak dicari, menggantikan popularitas janda bolong dan gelombang cinta.

Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Perbedaan Tanaman Sukulen dan Kaktus

Sering Dianggap Sama, Ternyata Ini Perbedaan Tanaman Sukulen dan Kaktus

Perbedaan tanaman sukulen dan kaktus yang sering dianggap sama. Ulas klasifikasi famili Cactaceae, keberadaan struktur areoles penumbuh duri, bagian organ penyimpan cadangan air, hingga sebaran habitat aslinya.

Ide Memanfaatkan Halaman Rumah ala Tok Dalang Upin & Ipin, Bisa Jadi Tempat Produktif!

Ide Memanfaatkan Halaman Rumah ala Tok Dalang Upin & Ipin, Bisa Jadi Tempat Produktif!

5 ide kreatif memanfaatkan halaman rumah ala Tok Dalang Upin & Ipin. Ubah lahan kosong menjadi tempat produktif lewat ternak rumahan, bangku santai, pohon buah, kebun sayur, hingga area pengolahan pupuk kompos organik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer