Kereta Api Tercepat di Indonesia, Dari Whoosh hingga Argo Bromo Anggrek

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:10 WIB
Whoosh menjadi kereta api tercepat di Indonesia dengan kecepatan operasional hingga 350 km/jam.
Whoosh menjadi kereta api tercepat di Indonesia dengan kecepatan operasional hingga 350 km/jam.

SOLOBALAPAN.COM - Perkembangan perkeretaapian di Indonesia terus mengalami kemajuan, baik dari sisi infrastruktur maupun teknologi. 

Jika dahulu perjalanan antarkota membutuhkan waktu berjam-jam dengan kecepatan terbatas, kini masyarakat dapat menikmati layanan kereta api yang mampu melaju hingga 350 kilometer per jam. 

Kehadiran kereta berkecepatan tinggi tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga menjadi tonggak baru dalam sejarah transportasi nasional.

Dikutip dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Whoosh menjadi kereta api tercepat di Indonesia sekaligus kereta cepat pertama di Asia Tenggara. 

Baca Juga: 7 Fakta Unik Kereta Api di Indonesia yang Belum Banyak Diketahui

Kereta yang mulai beroperasi pada 2023 ini memiliki kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam dan melayani rute Halim–Padalarang–Tegalluar Summarecon. Dengan kecepatan tersebut, perjalanan Jakarta–Bandung dapat ditempuh sekitar 36–46 menit, jauh lebih singkat dibandingkan moda transportasi darat lainnya.

Di luar layanan kereta cepat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga mengoperasikan sejumlah kereta api antarkota yang memiliki kecepatan operasional hingga 120 kilometer per jam. 

Salah satu yang paling dikenal adalah KA Argo Bromo Anggrek yang melayani relasi Gambir–Surabaya Pasarturi melalui jalur utara Pulau Jawa. Kereta ini dikenal memiliki waktu tempuh yang kompetitif karena hanya berhenti di beberapa stasiun utama.

Baca Juga: Jejak Jalur Kereta Kartasura-Boyolali: Dibangun Kolonial Bukan untuk Angkut Penumpang, Ini Alasannya

Selain Argo Bromo Anggrek, terdapat pula KA Argo Lawu, KA Argo Dwipangga, KA Taksaka, KA Argo Sindoro, dan KA Argo Muria yang juga memiliki kecepatan operasional hingga sekitar 120 kilometer per jam pada lintasan yang memungkinkan. 

Meski demikian, kecepatan perjalanan tetap disesuaikan dengan kondisi jalur, tikungan, persinyalan, kepadatan lalu lintas kereta, serta aspek keselamatan perjalanan.

Peningkatan kecepatan kereta api di Indonesia tidak hanya didukung oleh sarana yang lebih modern, tetapi juga pembangunan jalur rel, sistem persinyalan elektronik, serta penggunaan rangkaian kereta generasi terbaru. 

Modernisasi tersebut memungkinkan perjalanan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Hadirnya Whoosh juga menandai babak baru dunia perkeretaapian Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki layanan kereta berkecepatan tinggi yang sejajar dengan sejumlah negara maju. 

Sementara itu, layanan kereta api antarkota milik PT KAI tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu menghubungkan berbagai kota dengan waktu tempuh yang semakin kompetitif.

Ke depan, pengembangan teknologi dan infrastruktur perkeretaapian diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi massal di Indonesia. 

Dengan perpaduan kereta cepat dan kereta antarkota konvensional, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan moda transportasi yang aman, nyaman, dan efisien.

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
kereta api indonesia WHOOSH