Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bukan Sekadar Situs Sejarah, Ndalem Joyokusuman Jadi Ruang Budaya yang Hidup di Pasar Kliwon

tim solobalapan • Jumat, 12 Juni 2026 | 21:45 WIB
Kolam dan area terbuka di kompleks Ndalem Joyokusuman Surakarta menghadirkan suasana teduh dan tenang di tengah aktivitas perkotaan.
Kolam dan area terbuka di kompleks Ndalem Joyokusuman Surakarta menghadirkan suasana teduh dan tenang di tengah aktivitas perkotaan.

SOLOBALAPAN, WISATA — Di tengah padatnya aktivitas dan deru kendaraan Kota Solo yang terus bergerak maju, terdapat sebuah sudut tersembunyi yang menawarkan atmosfer berlawanan.

Terletak di kawasan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Ndalem Joyokusuman hadir sebagai tempat pelarian sempurna bagi siapa saja yang merindukan ketenangan dan kedamaian di dalam kota.

Saat pertama kali melangkahkan kaki memasuki kompleks ini, nuansa teduh langsung menyergap indra.

Embusan angin sepoi-sepoi berpadu apik dengan suara kicauan burung yang saling bersahutan dari balik ranting pepohonan rindang, seolah berhasil mengisolasi tempat ini dari hiruk-pikuk perkotaan di sekitarnya.

Pesona Arsitektur Jawa dan Denyut Nadi Seni Budaya

Daya tarik utama yang langsung menyambut pandangan pengunjung di bagian depan adalah sebuah pendapa megah berarsitektur khas Jawa yang berdiri kokoh.

Baca Juga: Respati Dorong Batik Ciprat ODGJ Solo Tembus Pasar Nasional dan Jadi Destinasi Wisata

Memiliki ruang terbuka yang sangat luas, area pendapa ini menghadirkan suasana yang sangat nyaman, baik untuk sekadar duduk menikmati semilir angin maupun sebagai ruang berkumpul bersama.

Menariknya, Ndalem Joyokusuman tidak dibiarkan menjadi sekadar bangunan peninggalan masa lalu yang sunyi dan mati. Tempat ini terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitas aslinya.

Kompleks cagar budaya ini aktif dimanfaatkan sebagai ruang publik yang hidup melalui berbagai aktivitas nyata, di antaranya:

Sudut Asri di Area Belakang dan Kehadiran "Penghuni Bulu"

Melangkah lebih jauh ke area belakang, atmosfer yang ditawarkan justru semakin menenangkan.

Sebuah kolam ikan dengan permukaan air yang jernih dan tenang menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk melepas penat dan sejenak melupakan beban rutinitas harian.

Nuansa historis di tempat ini pun kian dipertegas dengan keberadaan beberapa batu dan artefak tua yang diletakkan di sejumlah sudut kawasan, menjadi saksi bisu perjalanan panjang kebudayaan Jawa di Solo.

Keunikan lain yang menambah kesan hangat dan akrab di Ndalem Joyokusuman adalah kehadiran sejumlah kucing lokal, terutama yang berbulu oranye.

Kucing-kucing ini hidup bebas, tampak santai berjalan-jalan di sekitar pendapa atau tertidur pulas di bawah rindangnya pepohonan, menambah daya tarik tersendiri bagi para pencinta hewan.

Bagi warga Solo maupun wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari kebisingan jalan raya, Ndalem Joyokusuman bukan sekadar destinasi wisata arsitektur tua.

Tempat ini adalah sebuah ruang kontemplasi  yang menawarkan kesejukan, kesegaran alam, serta harmoni budaya yang masih terus terjaga kelestariannya hingga saat ini. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#soloraya #Ndalem Joyokusuman