SOLOBALAPAN.COM – Di tengah maraknya kuliner modern, ada satu makanan tradisional khas Solo yang tetap bertahan dan kini dijuluki sebagai “Burger Jawa”.
Namanya Kompyang atau Kompya, roti bulat bertabur wijen dengan tekstur unik—keras di luar, namun lembut di dalam.
Sekilas, bentuknya memang menyerupai burger. Namun, keistimewaan kompyang terletak pada cara menikmatinya.
Roti ini biasanya dibelah di bagian tengah lalu diisi dengan pia-pia, sejenis gorengan bakwan yang gurih.
Perpaduan roti keras dengan pia-pia lembut menciptakan sensasi makan burger ala tradisional Jawa.
“Ini tengahnya dibelah lalu dikasih ote-ote (pia-pia). Ada dua pilihan, ada yang sayuran dan jamur udang. Kalau pas makan bisa dikasih saus sendiri. Rasanya asin gurih,” ujar Ari, penjual kompyang di Pasar Gede Solo, Kamis (18/9/2025).
Selain dipadukan dengan pia-pia, kompyang juga nikmat dimakan polosan. Banyak warga Solo menikmatinya sebagai teman kopi atau teh di pagi hari.
Satu potong roti ini sudah cukup mengenyangkan, sehingga cocok dijadikan camilan atau sarapan praktis.
Meski terlihat sederhana, membuat kompyang tidak semudah yang dibayangkan. Proses memanggangnya harus menggunakan tungku besar, bukan oven biasa.
“Kalau cuma pakai oven nggak bisa, harus pakai tungku besar gitu. Saya pernah buat, tapi gagal,” lanjut Ari.
Jejak Akulturasi Tionghoa
Kompyang sejatinya bukan makanan asli Indonesia. Menurut catatan sejarah, roti ini berasal dari Fujian, China, sejak abad ke-16.
Kompyang diciptakan oleh Jenderal Qi Jiguang sebagai strategi agar aroma masakan pasukannya tidak tercium tentara Jepang.
Roti yang dulu bernama Guang Bing ini kemudian menjadi bekal prajurit dalam pertempuran.
Melalui jalur perdagangan, kompyang menyebar hingga ke Indonesia dibawa para saudagar Tionghoa.
Di tanah air, roti ini beradaptasi dengan lidah lokal dan kini dikenal dengan nama kompyang.
Hingga kini, Pasar Gede Solo masih menjadi pusat penjualan kompyang. Tak hanya warga lokal, banyak wisatawan yang sengaja datang untuk mencicipi sensasi “burger Jawa” ini. (mg6/dam)