KA Bengawan, Kereta Ekonomi Ikonik Solo–Jakarta yang Bertahan Lebih dari 30 Tahun

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 08:00 WIB
KA Bengawan menjadi kereta ekonomi andalan rute Solo–Jakarta sejak 1994. (Google)
KA Bengawan menjadi kereta ekonomi andalan rute Solo–Jakarta sejak 1994. 

SOLOBALAPAN.COM - KA Bengawan menjadi salah satu kereta api ekonomi yang telah lama melayani perjalanan masyarakat dari Solo menuju Jakarta maupun sebaliknya. 

Dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), kereta ini dikenal sebagai pilihan transportasi yang terjangkau sekaligus menjadi andalan bagi pelajar, pekerja, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh.

Dikutip dari informasi PT KAI dan berbagai publikasi perkeretaapian, KA Bengawan mulai beroperasi pada 1994. 

Nama "Bengawan" diambil dari Sungai Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa yang membentang melewati wilayah Solo dan menjadi salah satu ikon budaya Jawa.

Baca Juga: Terowongan Sasaksaat, Terowongan Kereta Api Bersejarah di Jalur Bandung

Pada awal pengoperasiannya, KA Bengawan melayani relasi Solo Jebres–Jakarta. Seiring berkembangnya layanan kereta api nasional, rute dan stasiun keberangkatan mengalami beberapa penyesuaian. 

Sejak 2014, KA Bengawan diberangkatkan dari Stasiun Purwosari dan berakhir di Stasiun Pasar Senen, rute yang masih digunakan hingga sekarang.

Dalam perjalanannya, KA Bengawan melintasi jalur tengah dan selatan Pulau Jawa dengan melewati sejumlah stasiun penting, seperti Solo Balapan, Klaten, Lempuyangan, Kutoarjo, Purwokerto, Cirebon Prujakan, Bekasi, Jatinegara, hingga Pasar Senen. 

Baca Juga: KA Argo Bromo Anggrek, Kereta Legendaris Andalan Jalur Pantura

Jalur tersebut menjadi salah satu koridor transportasi yang menghubungkan berbagai pusat pendidikan, perdagangan, dan pemerintahan di Pulau Jawa.

Selama beroperasi, KA Bengawan mengalami berbagai pembaruan layanan. Rangkaian kereta, fasilitas penumpang, hingga pola operasional terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. 

Kereta ini juga pernah mengalami perubahan susunan rangkaian dan penyesuaian operasional melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) agar pelayanan menjadi lebih efisien.

Hingga kini, KA Bengawan menggunakan rangkaian kereta ekonomi berpendingin udara yang menawarkan fasilitas tempat duduk yang lebih nyaman dibandingkan generasi sebelumnya. 

Perjalanan yang relatif terjangkau menjadikan kereta ini tetap diminati sebagai moda transportasi antarkota, khususnya bagi masyarakat yang bepergian antara Solo dan Jakarta.

Lebih dari tiga dekade sejak pertama kali beroperasi, KA Bengawan tetap menjadi salah satu kereta ekonomi legendaris di Indonesia. 

Keberadaannya menunjukkan bahwa layanan kereta api ekonomi terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan perannya sebagai transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Editor : Kabun Triyatno
KA Bengawan stasiun Solo Balapan kereta api indonesia solo