SOLOBALAPAN.COM - Di balik perjalanan kereta api yang melintasi wilayah Jawa Barat, terdapat sebuah terowongan bersejarah yang masih aktif digunakan hingga kini, yaitu Terowongan Sasaksaat.
Terowongan yang berada di lintas Padalarang–Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, ini menjadi salah satu infrastruktur penting dalam sejarah perkembangan perkeretaapian Indonesia.
Terowongan Sasaksaat dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Batavia (kini Jakarta) dengan Bandung.
Baca Juga: Balai Yasa Yogyakarta, "Rumah Sakit" bagi Kereta Api Indonesia
Jalur ini dibangun untuk memperlancar mobilitas penumpang sekaligus mengangkut hasil perkebunan dari wilayah Priangan menuju pelabuhan.
Salah satu fakta menarik dari Terowongan Sasaksaat adalah panjangnya yang mencapai sekitar 949 meter.
Dengan ukuran tersebut, terowongan ini dikenal sebagai terowongan kereta api terpanjang yang masih aktif di Pulau Jawa.
Mengingat terowongan ini dibangun pada akhir abad ke-19 dengan peralatan yang masih sederhana, keberadaannya menjadi pencapaian teknik sipil yang cukup mengesankan pada masanya.
Baca Juga: Stasiun Wonogiri, Saksi Sejarah Jalur Kereta yang Pernah Menjangkau Baturetno
Terowongan ini mulai digunakan bersamaan dengan dibukanya jalur Padalarang–Bandung pada 17 Mei 1884 oleh perusahaan kereta api pemerintah kolonial Staatsspoorwegen (SS).
Meski telah berusia lebih dari 140 tahun, Terowongan Sasaksaat masih menjadi bagian dari jalur aktif yang dilalui berbagai kereta api penumpang maupun angkutan barang setiap hari.
Selain nilai sejarahnya, perjalanan melewati Terowongan Sasaksaat juga memberikan pengalaman tersendiri bagi penumpang.
Sebelum memasuki terowongan, kereta melintasi kawasan perbukitan hijau khas Bandung Barat. Saat memasuki terowongan, suasana berubah menjadi gelap selama beberapa saat sebelum kembali disambut pemandangan alam di sisi lainnya.
Agar tetap aman digunakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap struktur terowongan, rel, sistem drainase, serta lingkungan di sekitarnya.
Perawatan ini penting untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan lancar.
Keberadaan Terowongan Sasaksaat membuktikan bahwa infrastruktur perkeretaapian peninggalan masa kolonial masih memiliki peran penting hingga sekarang.
Tidak hanya menjadi jalur penghubung antardaerah, terowongan ini juga menjadi saksi perjalanan panjang sejarah kereta api di Indonesia dan salah satu warisan teknik yang masih dimanfaatkan hingga saat ini.
Editor : Kabun Triyatno