SOLOBALAPAN.COM - Secara geografis, Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Solo memiliki Luas Sekitar 0,40 km² dengan ketinggian Wilayah antara 80-100 Mdpl.
Kelurahan Tegalharjo memiliki 11 kampung. salah satunya Kampung Kandang Sapi.
Lokasi Kampung Kandang sapi berada di kawasan timur Kota Solo, yang termasuk dalam wilayah perkotaan dengan luas sekitar 32,5 hektare.
Kampung Kandang Sapi merupakan salah satu kampung tertua yang ada di kelurahan Tegalharjo. Karakteristiknya berupa permukiman perkotaan, dengan lahan yang relatif datar.
Masuk ke kampung tersebut, terlihat deretan bangunan rumah padat penduduk.
Di balik itu semua, Kampung Kandang Sapi menyimpan sejarah cukup panjang bagi Kota Solo. Berdasarkan literatur dalam buku Profil Keluruhan Tegalharjo edisi 2024, Kampung Kandang Sapi berada di RW 01 yang meliputi RT 01, RT 03, RT 04, dan RT 05.
Lalu ke mana wilayah RT 02? usut punya usut, RT tersebut dihapus dari catatan Kampung Kandang Sapi karena lahannya sudah menjadi bagian dari Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi Solo.
Baca Juga: 6 Stasiun Kereta Api Tertua di Indonesia yang Masih Beroperasi Hingga Kini
Soal sejarah, Kampung Kandangsapi memiliki keterikatan dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Sesuai namanya, konon dulu kampung ini merupakan kawasan perternakan sapi milik Victor J. Preseen, pengusaha kondang asal Belanda.
Karena lahannya yang subur dan cocok untuk peternakan, Victor J. Preseen lalu membangun imperium susu nan megah. Hingga akhirnya kawasan tersebut menjadi pusat kesibukan untuk warga Solo di masa lampau.
”Menurut cerita eyang buyut saya, dulu di kampung ini ada kandang sapi perah milik pengusaha Belanda. Kemudian susunya dikirim untuk memenuhi kebutuhan tentara Belanda," ujar tokoh masyarakat asal Kampung Kandang Sapi Joko Wahono.
Kini, Kampung Kandang Sapi berkembang menjadi kawasan permukiman padat penduduk. Kampung Kandang Sapi juga memiliki posisi yang Strategis karena berada tidak jauh dari sejumlah fasilitas Publik.
Keberadaan kampung Kandang Sapi tidak hanya memiliki Nilai sebagai kawasan permukiman, tetapi juga sebagai bagian dari jejak sejarah perkembangan Kota Solo.
Nama kampung yang masih digunakan hingga saat ini menjadi bukti, bahwa ruang-ruang kota tidak hanya dibentuk oleh perkembangan fisik, tetapi juga oleh memori kolektif masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal.
Kampung Kandang Sapi menjadi salah satu contoh bagaimana identitas sebuah kampung dapat tetap bertahan di tengah modernisasi dan perubahan tata ruang perkotaan. (sit/fer)
Editor : Ferry Ardi Susanto