Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belanja Boleh, Kalap Jangan: Mengenal Tren No Buy Challenge

R
Penulis: Rahma Azra Calista❯
No buy challenge mendorong seseorang berpikir dua kali sebelum membeli barang. (AI generated)
No buy challenge mendorong seseorang berpikir dua kali sebelum membeli barang. (AI generated)

Advertisement

 

SOLOBALAPAN.COM - Kemudahan berbelanja melalui marketplace membuat siapa saja dapat membeli barang hanya dalam hitungan menit. Berbagai promo, potongan harga, flash sale, hingga gratis ongkos kirim kerap membuat seseorang melakukan pembelian secara spontan tanpa banyak pertimbangan.

Hasil penelitian berjudul “Pengaruh Online Customer Review dan Live Streaming terhadap Impulsive Buying pada Generasi Z Indonesia (Studi Kasus: Customer TikTok)” menunjukkan bahwa ulasan pelanggan dan siaran langsung (live streaming) berpengaruh terhadap perilaku pembelian impulsif pada Generasi Z.

Advertisement

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa promosi dan konten belanja di platform digital dapat mendorong seseorang membeli barang secara spontan.

Fenomena tersebut membuat sebagian anak muda mulai mencari cara untuk mengelola pengeluaran dengan lebih bijak. Salah satu yang mulai dilakukan adalah No Buy Challenge, yaitu tantangan untuk menahan diri membeli barang yang tidak benar-benar dibutuhkan dalam jangka waktu tertentu.

Advertisement

Tantangan ini bukan berarti berhenti berbelanja sepenuhnya, melainkan belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Lintang Kinasih, 21, menjadi salah satu mahasiswi yang mencoba menerapkan No Buy Challenge. Sebelumnya, ia mengaku sering membeli berbagai aksesori seperti gantungan kunci, gelang, hingga cincin hanya karena merasa tertarik untuk memilikinya.

“Kalau dipikir-pikir, setelah barangnya kebeli ternyata nggak ada manfaatnya. Dari awal barang itu cuma buat memenuhi keinginan sesaat, bukan karena benar-benar butuh,” ujarnya kepada Solobalapan.com, Rabu (15/7/2026).

Setelah menyadari kebiasaan tersebut, Lintang membiasakan diri berpikir lebih dulu sebelum membeli sesuatu. Baginya, mengendalikan keinginan berbelanja juga menjadi cara untuk mengatur keuangan agar dapat digunakan untuk hal yang lebih penting.

“Ya, sebisa mungkin kontrol diri biar uangnya bisa ditabung buat beli barang wishlist yang memang sudah aku inginkan,” katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Makeup Ala Naykilla Jadi Tren Baru Gen Z

Makeup Ala Naykilla Jadi Tren Baru Gen Z

Naykilla menarik perhatian lewat gaya makeup yang memiliki ciri khas tersendiri.

Tren Kerudung Jahat, Gaya Pashmina Viral di Media Sosial

Tren Kerudung Jahat, Gaya Pashmina Viral di Media Sosial

Gaya pemakaian hijab pashmina berbahan viscose yang tengah viral dan menjadi salah satu tren fashion di kalangan generasi muda.

Tak Sekadar Ikut Tren, Mengapa Banyak Orang Kini Membawa Tumbler?

Tak Sekadar Ikut Tren, Mengapa Banyak Orang Kini Membawa Tumbler?

Selain lebih praktis, kebiasaan membawa tumbler juga dianggap lebih hemat sekaligus membantu mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer