Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lokomotif B2502, Jejak Lokomotif Uap Bergerigi yang Masih Beroperasi di Indonesia

Luthfiana Sekar • Senin, 13 Juli 2026 | 16:00 WIB
Lokomotif B2502 menarik rangkaian kereta wisata di Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang. Lokomotif uap bergerigi ini menjadi salah satu yang masih beroperasi di dunia. (Museum Ambarawa Semarang)
Lokomotif B2502 menarik rangkaian kereta wisata di Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang. Lokomotif uap bergerigi ini menjadi salah satu yang masih beroperasi di dunia. (Museum Ambarawa Semarang)

SOLOBALAPAN. COM - Perjalanan kereta api di Indonesia telah melewati berbagai perkembangan teknologi, mulai dari lokomotif uap, kereta diesel, kereta listrik, hingga kini memasuki era kereta cepat. 

Di tengah kemajuan tersebut, masih ada satu lokomotif bersejarah yang tetap mengepul dan membawa penumpang menyusuri jalur pegunungan, yakni Lokomotif B2502 di Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Lokomotif B2502 merupakan lokomotif uap bergerigi (rack railway locomotive) buatan Maschinenfabrik Esslingen, Jerman. 

Lokomotif ini didatangkan oleh perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) sekitar tahun 1902–1905 untuk melayani jalur pegunungan Ambarawa–Bedono yang memiliki tanjakan cukup curam.

Baca Juga: Wisata Edukasi Museum Kereta Api Ambarawa: Pesona Lokomotif Uap Berusia Satu Abad

Berbeda dengan lokomotif biasa, B2502 dilengkapi roda gigi tambahan di bagian bawah lokomotif. 

Sistem tersebut memungkinkan roda gigi mencengkeram rel bergerigi sehingga kereta dapat melintasi jalur dengan kemiringan yang tidak dapat dilewati lokomotif konvensional. 

Teknologi ini menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia perkeretaapian pada awal abad ke-20.

Keberadaan B2502 menjadi sangat istimewa karena hingga kini lokomotif tersebut masih dioperasikan sebagai penarik kereta wisata di lintas Ambarawa–Bedono. Bersama B2503, lokomotif ini menjadi salah satu lokomotif uap bergerigi yang masih tersisa dan tetap beroperasi di dunia.

Baca Juga: Mengapa Jalur Kereta Api Dipenuhi Batu Kerikil? Ternyata Punya Peran Penting bagi Keselamatan

Lokomotif B2502 menjadi salah satu koleksi utama Museum Kereta Api Ambarawa, museum yang berada di pusat Kota Ambarawa, Kabupaten Semarang. 

Sebelum menjadi museum, bangunan ini merupakan Stasiun Willem I yang dibangun pada 1873. Pemerintah kemudian mengalihfungsikan stasiun tersebut menjadi Museum Kereta Api Ambarawa pada 1976 sebagai upaya melestarikan sejarah perkeretaapian Indonesia, sebelum akhirnya dibuka untuk umum pada 21 April 1978.

Museum ini menyimpan berbagai koleksi lokomotif uap yang pernah beroperasi di jalur Semarang, Magelang, hingga Yogyakarta. 

Selain melihat koleksi bersejarah, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman menaiki kereta wisata yang ditarik Lokomotif B2502 melewati lintas Ambarawa–Bedono. 

Perjalanan tersebut menawarkan pemandangan pegunungan, hamparan sawah, hingga Rawa Pening yang menjadi daya tarik tersendiri.

Meski sering disebut sebagai lokomotif tertua di Indonesia, B2502 sebenarnya bukan lokomotif uap pertama yang pernah beroperasi di Tanah Air. 

Lokomotif uap paling awal di Indonesia berasal dari seri B yang dibuat sekitar tahun 1871. Namun, B2502 menjadi salah satu lokomotif uap bergerigi tertua yang masih aktif beroperasi dan memiliki nilai sejarah tinggi.

Sejarah perkeretaapian Indonesia sendiri bermula ketika jalur Semarang–Tanggung diresmikan pada 10 Agustus 1867 oleh NISM. 

Jalur tersebut menjadi jalur kereta api komersial pertama di Indonesia sekaligus yang tertua di Asia Tenggara. Sejak saat itu, teknologi perkeretaapian terus berkembang, termasuk penggunaan lokomotif bergerigi untuk menjangkau wilayah pegunungan seperti Ambarawa.

Lebih dari satu abad sejak pertama kali beroperasi, Lokomotif B2502 masih mengeluarkan kepulan asap dan suara peluit khasnya saat menarik rangkaian kereta wisata. 

Kehadirannya bukan sekadar koleksi museum, melainkan warisan hidup yang menghubungkan generasi masa kini dengan sejarah panjang perkembangan kereta api di Indonesia.

Editor : Kabun Triyatno
#Museum Ambarawa Semarang #Lokomotif B2502 #kereta api