SOLOBALAPAN.COM - Kabar duka bagi para mobile gamer veteran.
Salah satu pionir game balap dengan grafis realistis di Android dan iOS, Real Racing 3, resmi mengumumkan perpisahan.
Setelah 12 tahun menemani pencinta otomotif virtual sejak 2013, pengembang Electronic Arts (EA) memutuskan untuk menyuntik mati game legendaris ini.
Pengumuman bertajuk "The Final Lap" menjadi tanda berakhirnya era balapan ikonik tersebut.
Kronologi Penutupan: Sudah Hilang dari Play Store
Proses penutupan dilakukan secara bertahap.
Per tanggal 18 Desember 2025, Real Racing 3 sudah resmi dihapus dari Google Play Store dan Apple App Store.
Berdasarkan pantauan, pengguna baru sudah tidak bisa menemukan game ini di pencarian.
Namun, bagi gamer yang pernah mengunduhnya di masa lalu, game ini masih bisa diakses melalui menu riwayat aplikasi (library).
Bersamaan dengan itu, EA juga telah mematikan fitur Pembelian Dalam Aplikasi (In-App Purchase).
Pemain tidak bisa lagi membeli pack atau mata uang game menggunakan uang sungguhan.
'Kiamat' Server: 19 Maret 2026
Bagi yang masih memiliki aplikasinya, Anda hanya punya waktu sekitar tiga bulan untuk menikmati sisa-sisa balapan.
EA menetapkan tanggal 19 Maret 2026 sebagai hari terakhir. Pada tanggal tersebut, seluruh server akan dimatikan secara permanen.
Artinya, Real Racing 3 tidak akan bisa dimainkan lagi untuk selamanya, baik mode online maupun offline (karena butuh koneksi server).
Kado Perpisahan: Mobil Mewah dan Emas Gratis
Sebagai bentuk apresiasi terakhir kepada komunitas yang setia, EA memberikan "pesangon" atau kado perpisahan yang cukup mewah dalam pembaruan finalnya.
Setiap pemain yang login akan mendapatkan:
-
1.000 Gold.
-
Mobil Audi S1 e-tron quattro.
-
Mobil Rimac Nevera 2023.
Jika pemain sudah memiliki mobil tersebut di garasi, hadiah akan dikonversi menjadi tambahan Gold.
Apa Alasan Dibaliknya?
Disebut-sebut, alasan utama di balik "suntik mati" ini adalah faktor finansial.
Pendapatan dari Real Racing 3 dinilai sudah tidak lagi memenuhi target perusahaan.
Model bisnis freemium yang diusung game ini tampaknya mulai kesulitan bersaing dengan judul-judul baru yang lebih agresif dalam monetisasi namun tetap menawarkan konten segar.
Baca Juga: Ini Alasan Pemerintah Berencana Batasi Game Online PUBG
Selain itu, faktor inovasi juga menjadi sorotan. Selama satu dekade terakhir, meski grafisnya masih relevan, gameplay Real Racing 3 dianggap stagnan.
Persaingan game bertema balap di platform mobile kini semakin sesak dengan hadirnya kompetitor yang menawarkan fitur open-world, modifikasi mendalam, dan grafis next-gen.
Kurangnya terobosan baru membuat Real Racing 3 perlahan ditinggalkan oleh pemain kasual.
Fokus ke Need For Speed dan F1?
Meskipun kehilangan Real Racing 3, EA memastikan tidak akan meninggalkan genre balapan begitu saja.
Raksasa game asal Amerika Serikat ini masih memiliki amunisi kuat di lini game balap lainnya.
EA kini disinyalir akan lebih memfokuskan sumber dayanya untuk mengembangkan franchise Need For Speed (NFS) yang memiliki nama besar, baik di konsol maupun mobile.
Selain itu, bagi penggemar balap simulasi, EA masih memegang lisensi resmi Formula 1.
Game F1 25 dipastikan tetap berjalan, bahkan kabar gembira menyebutkan bahwa tahun depan game ini akan mendapatkan konten tambahan (DLC) untuk menyambut musim balap 2026 mendatang.
Mengenang Grafis Setara Konsol
Real Racing 3 akan dikenang sebagai game yang mendobrak batas kemampuan smartphone pada zamannya.
Dirilis 2013, game ini memukau dunia dengan grafis yang disebut-sebut setara konsol, serta lisensi resmi mobil-mobil kelas dunia mulai dari hypercar, NASCAR, hingga Formula 1.
“Terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas Real Racing 3. Semangat, dedikasi, dan kecintaan Anda pada balap telah membuat perjalanan ini benar-benar istimewa,” tulis pernyataan resmi EA. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo