Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Teknik Rias Kethoprak Klasik vs Dagelan, Mengapa Bedaknya Harus Tebal?

D
Sampul buku Tuntunan Seni Kethoprak (DOK.  Buku Tuntunan Seni Kethoprak diambil oleh Riza Hidayatulloh)
Sampul buku Tuntunan Seni Kethoprak (DOK. Buku Tuntunan Seni Kethoprak diambil oleh Riza Hidayatulloh)

Advertisement

SOLOBALAPAN, SURAKARTA - Pertunjukan kethoprak tidak hanya memikat lewat lakon sejarah yang dibawakan, tetapi juga melalui keanggunan tata rias busana yang khas.

Di balik wajah-wajah tegas para ksatria atau kelucuan para dagelan di atas panggung, tersimpan sejarah panjang evolusi bahan baku dan teknik merias yang telah melintasi zaman.

Berdasarkan catatan Marsidah dalam buku Tuntunan Seni Kethoprak, perkembangan rias ini terbagi mengikuti tiga periode besar sejarah kethoprak: era lesung, peralihan, hingga era gamelan yang kita kenal sekarang.

Advertisement

Bahan Rias Tradisional: Sebelum Ada Kosmetik Modern

Pada masa lampau, para seniman kethoprak menggunakan bahan-bahan alami dari alam yang mungkin terasa asing bagi generasi sekarang.

Advertisement

Sebelum ditemukannya foundation atau eyeliner pabrikan, berikut adalah "alat tempur" para aktor kethoprak:

  • Atal Watu: Batu mineral yang digunakan sebagai dasar wajah.

  • Siwit Putih & Merah: Bedak kering untuk dasar dan perona pipi.

  • Kole Batu Baterai & Langes: Jelaga atau isi baterai bekas yang diolah untuk menggambar alis dan garis mata.

  • Kertas Cina: Berfungsi sebagai pewarna bibir atau lipstik kuno.

Perbedaan Rias: Tokoh Protagonis vs Dagelan

Tata rias dalam kethoprak berfungsi mempertebal karakter tokoh. Marsidah mencatat perbedaan mencolok antara riasan tokoh serius dengan tokoh pelawak (dagelan):

1. Tokoh Non-Dagelan (Ksatria/Putri): Riasan dibuat untuk memberikan kesan wibawa. Garis mata dan alis dibuat tebal dan tegas. Untuk peran brasak (kasar), kumis atau brengos dibuat tebal dan berantakan agar terlihat gahar.

2. Tokoh Dagelan (Pelawak): Riasan sengaja dibuat "berlebihan" untuk memicu tawa. Bedak putih dipasang sangat tebal, garis mata dibuat meliuk lucu, bahkan sering kali ada gambar-gambar jenaka yang sengaja digambar di pipi.

Pengaruh Cahaya Panggung (Lighting)

Pernahkah Anda melihat aktor kethoprak dari dekat dan merasa riasannya tampak sangat tebal atau bahkan menyeramkan? Ternyata, itu ada tujuannya.

Ketebalan rias kethoprak sangat dipengaruhi oleh jarak penonton dan pencahayaan panggung.

Advertisement
Editor : Didi Agung Eko Purnomo

Artikel Terkait

Sosok Sarjiyono alias Mbetut, Seniman Kethoprak Bantul Meninggal di Panggung Akibat Henti Jantung

Sosok Sarjiyono alias Mbetut, Seniman Kethoprak Bantul Meninggal di Panggung Akibat Henti Jantung

Sosok Sarjiyono alias Mbetut, Seniman Kethoprak Bantul Meninggal di Panggung Akibat Henti Jantung

Dobrak Dominasi Maskulin, Kethoprak Putri Matah Ati di Baluwarti Solo Hadirkan Tokoh Pria Lewat Bayangan Siluet!

Dobrak Dominasi Maskulin, Kethoprak Putri Matah Ati di Baluwarti Solo Hadirkan Tokoh Pria Lewat Bayangan Siluet!

Didukung BPK Wilayah X, diskusi dan pertunjukan Kethoprak Putri Matah Ati di Rumah Kita Baluwarti tawarkan ruang aman dan inklusif bagi seniman perempuan.

Tak Sekadar Ujian, Kethoprak “Geger Pasar Bahulak” Bawa Cerita Kehidupan Masyarakat Desa

Tak Sekadar Ujian, Kethoprak “Geger Pasar Bahulak” Bawa Cerita Kehidupan Masyarakat Desa

Pentas kethoprak “Geger Pasar Bahulak” mahasiswa ISI Surakarta di Sragen angkat kisah Kyai Karang, konflik warga, hingga pesan menjaga alam dan kehidupan sosial.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer