Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

International Rain Festival 2026 di Solo Raya Pecah! Kolaborasi Seniman Taiwan, Jepang, dan Indonesia Bikin Publik Terpukau

Laila Zakiya • Senin, 13 April 2026 | 15:08 WIB
Karya Kolaboratif seniman Taiwan, Jepang, dan Indonesia pada International Rain Festival 2026. (ISTIMEWA)
Karya Kolaboratif seniman Taiwan, Jepang, dan Indonesia pada International Rain Festival 2026. (ISTIMEWA)

 

SOLOBALAPAN.COM – International Rain Festival (IRF) 2026 kembali digelar dan sukses mencuri perhatian pecinta seni pertunjukan.

Festival tahunan yang diprakarsai seniman senior Mugiyono Kasido ini menghadirkan kolaborasi lintas negara antara seniman Taiwan, Jepang, dan Indonesia dalam satu panggung spektakuler di Solo Raya.

Tak sekadar festival biasa, International Rain Festival telah berkembang menjadi ruang pertemuan kreatif antarbudaya yang mempertemukan seniman lokal, nasional, hingga internasional.

Baca Juga: Debut Horor Berujung Cadangan, Cyrus Margono Belum Mampu Geser Posisi Carlos Eduardo di Persija, Ini Tanggapan Mauricio Souza

Berawal dari Gagasan Mengubah Persepsi Tentang Hujan

International Rain Festival pertama kali diinisiasi Mugiyono Kasido sejak tahun 2015 di bawah produksi Mugi Dance Studio.

Awalnya, festival ini menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi antarrelasi seni.

Namun seiring waktu, IRF tumbuh menjadi ajang pertukaran gagasan dan ekspresi lintas disiplin seni.

“International Rain Festival ini pada mulanya adalah cara untuk mengubah presepsi terhadap hujan. Cara mensyukuri adanya hujan sebagaimana dianggap menjadi suatu berkah melalui ruang pertunjukan/performing arts,” jelas Magnum Arkan Nala saat wawancara pada Jumat (10/4/2026).

IRF 2026 Hadir Lebih Besar dan Lebih Berwarna

Tahun ini, penyelenggaraan IRF dipimpin oleh Magnum Arkan Nala sebagai Ketua Pelaksana.

Festival dirancang lebih luas dengan beragam kegiatan pra-acara hingga puncak pertunjukan.

Salah satu agenda menarik adalah Road to IRF 2026 yang digelar di Car Free Day Kartasura.

Dalam kegiatan tersebut, publik disuguhi pertunjukan seni jalanan hasil kolaborasi seniman Indonesia, Taiwan, dan Jepang.

Tak hanya itu, panitia juga membagikan tanaman kepada masyarakat sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Penampilan Kolaborasi Huang Yen Jen dan Adif Marhaendra pada International Rain Festival 2026. (ISTIMEWA)
Penampilan Kolaborasi Huang Yen Jen dan Adif Marhaendra pada International Rain Festival 2026. (ISTIMEWA)

Baca Juga: Update Biaya Haji Indonesia 2026: Rincian Lengkap Bipih Reguler, Komponen Penerbangan, hingga Living Cost

Residency Seniman Internasional Jadi Sorotan

Keunikan lain IRF 2026 terletak pada program Residency Seniman Internasional.

Seniman dari Taiwan dan Jepang tinggal serta berkarya bersama seniman Indonesia selama kurang lebih satu minggu di Mugi Dance Studio.

Program ini membuka ruang eksplorasi lintas budaya sekaligus mempererat hubungan antarnegara melalui seni pertunjukan.

Workshop Digelar di Dua Kota Berbeda

Tak hanya berfokus di Solo Raya, International Rain Festival 2026 juga menggelar workshop di dua lokasi berbeda:

Langkah ini menunjukkan bahwa IRF terus memperluas dampak edukasi seni hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Workshop di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur. (ISTIMEWA)
Workshop di Universitas Hamzanwadi Lombok Timur. (ISTIMEWA)

Baca Juga: Viral Anggaran BGN Rp113,9 Miliar untuk Jasa EO, Netizen Pertanyakan Urgensi di Tengah Program Gizi

Main Event IRF 2026 Sajikan 14 Pertunjukan Spektakuler

Puncak acara International Rain Festival 2026 menghadirkan 14 sajian seni dari berbagai daerah dan negara.

Beberapa penampilan yang mencuri perhatian di antaranya:

Meski Mugi Dance Studio dikenal berbasis tari, IRF 2026 justru membuktikan diri sebagai festival multi-disiplin yang merangkul seluruh cabang seni.

Baca Juga: Kelakuan Bupati Tulungagung Bak Jadi Evolusi Korupsi di Tahun 2026, Gatut Sunu Wibowo Pakai 'Uang Haram' untuk Apa?

Persembahan Wayang Kalcer pada International Rain Festival 2026. (ISTIMEWA)
Persembahan Wayang Kalcer pada International Rain Festival 2026. (ISTIMEWA)

 

Pameran 50 Tahun Mugiyono Kasido Berkesenian

Bersamaan dengan festival, digelar pula Pameran 50 Tahun Mugiyono Kasido Berkesenian serta Visual Arts Installation yang menampilkan dokumentasi perjalanan seni dan karya rupa.

“IRF 2026 dirancang tidak hanya mewadahi satu cabang seni tetapi juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan segala jenis cabang seni,” tutur Magnum menambahkan.

IRF Akan Terus Jadi Ajang Kolaborasi Dunia

Panitia memastikan International Rain Festival akan terus hadir dengan inovasi baru di tahun-tahun mendatang. Festival ini ditargetkan menjadi salah satu ikon kolaborasi seni internasional dari Indonesia.

Dengan konsep unik, lintas budaya, dan penuh eksplorasi, tak heran jika IRF 2026 menjadi salah satu festival seni paling menarik tahun ini di Solo Raya. (sen/lz)

Editor : Laila Zakiya
#International Rain Festival 2026 #seni #pameran #tari #kolaborasi