SOLOBALAPAN.COM - Tanggal 29 April merupakan peringatan Hari Tari Sedunia atau International Dance Day karena bertepatan dengan kelahiran pencipta balet modern, Jean George Noverre.
Hari tari dimaksudkan untuk menghormati tarian sebagai simbol pengekspresian diri dan untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat terhadap keanekaragaman budaya.
Oleh karena itu Google Doodle pada hari ini (Senin, 29 April 2024) berubah menjadi Tari Rangkluk Alu sebagai simbol perayaan Hari Tari International.
Tari Rangkluk Alu merupakan salah satu tarian atau kebudayaan dari Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Namun, sebagai warga Solo yang baik, kalian harus tau bahwa Solo juga memiliki banyak tarian khas sebagai symbol keragaman budaya di setiap daerah.
Melansir dari Surakarta.go.id, Ada beberapa tarian tradisional yang berasal dari Surakarta, seperti tari Bedaya Ketawan.
Tarian ini bermula pada masa kejayaan Raja Mataram ketiga yaitu Sultan Agung (1613-1646).
Penciptaannya tak lepas dari latar belakang mitologi kisah cinta antara Panembahan Senopati, raja pertama Mataram, dengan dewi Laut Selatan bernama Ratu Kenchanasari, disebut juga Kanjen Ratu Kidul oleh masyarakat Jawa.
Gamelan pengiring tarian ini terdiri dari gabungan lima alat musik yaitu kenak, ketuk, kenong, kendang, dan gong yang diiringi dengan bunyi sinden.
Nah, tari ala Surakarta selanjutnya adalah tari Gambyong. Secara umum tarian ini terdiri dari tiga bagian: awal, isi, dan akhir, disebut juga beksan maju, beksan, dan beksan mundur. Awalnya tarian ini digunakan sebagai ritual pertanian.
Para penarinya digambarkan sebagai Dewi Sri, dewi kesuburan yang bertujuan memperoleh berkah dari hasil panen yang melimpah.
Seiring berjalannya waktu, tarian Gangbyeong kini dijadikan sebagai ritual menyambut tamu dan memperingati hari-hari penting serta pernikahan.
Tarian tradisional kota Solo lainnya adalah tari Serimpi. Dalam pertunjukannya, tari Serimpi dibawakan oleh empat orang penari yang masing-masing diberi nama air, api, tanah, dan tanah.
Gerakannya anggun, menyampaikan kesopanan, kelembutan, dan kelembutan. Musik pengiringnya berupa gabungan suara lagu-lagu yang dibawakan oleh Sinden.
Nah, itulah beberapa tari tradisional khas Solo yang harus kalian ketahui.
Mengetahui apa saja budaya yang ada di Solo merupakan salah satu bentuk menghargai budaya itu sendiri, dan juga bentuk menghormati budaya berupa tarian terkhusus pada hari peringatan tari ini. (mg11/nda)
Editor : Nindia Aprilia