SOLOBALAPAN.COM - Mandheg adalah salah satu konsep sajian gendhing karawitan gaya Solo yang sangat unik.
Dikutip dari Jurnal "Skema Mandheg dalam Struktur Gendhing Gaya Surakarta" karya Ananto Sabdi Aji, Mandheg merupakan garap sajian karawitan dimana gendhing berhenti sejenak di suatu titik.
Berhentinya ini bukan menandakan gendhing sudah selesai, namun hanya berhenti sementara yang kemudian akan berlanjut kembali.
Terdapat dua jenis garap Mandheg yang dimiliki karawitan gaya Solo yakni Mandheg Kedah dan Mandheg Pasren.
Mandheg Kedah atau bisa juga disebut Mandheg Gawan adalah garap mandheg yang harus dilakukan pada sajian gendhing.
Sedangkan Mandheg Pasren adalah garap Mandheg yang sifatnya boleh/tidak dilakukan dalam sebuah sajian gending.
Garap Mandheg sangat bergantung pada struktur gendhing.
Struktur gendhing adalah susunan pembentuk atau penyajian suatu gendhing yang bisa terdiri dari buka, merong, umpak, umpak inggah, inggah, umpak-umpakan, sesegan, dan suwukan.
Dari semua struktur gendhing tersebut, tidak semua memiliki letak garap mandheg.
Struktur gendhing yang memiliki letak garap Mandheg ialah merong, inggah, inggah 4, dan inggah 8.
Selain itu, garap Mandheg juga terdapat pada jenis gendhing ladrang, ketawang, srepeg, ayak-ayakan, lagon, dan jineman.
Gendhing yang terdapat garap Mandheg di dalamnya, akan berhenti di suatu titik yang sudah ditentukan sesuai dengan aturan yang ada atau dapat ditafsir sendiri oleh pengrawit.
Namun untuk menafsir dimana letak garap Mandheg berada, pengrawit harus memiliki kemampuan yang mumpuni.
Dalam sebuah sajian gendhing, garap Mandheg biasanya bisa diisi dengan celuk oleh pesindhen.
Celuk yakni semacam buka yang menggunakan sepenggal syair sesuai dengan gendhing yang disajikan.
Selain itu, ada beberapa garap Mandheg yang diisi dengan bawa.
Bawa yang disajikan dalam garap Mandheg yakni bawa macapat, bawa yang menggunakan syair macapat.
Sederhananya, garap Mandheg yakni sajian sebuah gendhing yang berhenti sejenak di satu titik.
Kemudian, saat berhenti, diisi dengan celuk atau bawa, dan kemudian dilanjutkan kembali sampai sajian gendhing selesai.
Itulah penjelasan menarik tentang garap Mandheg dalam karawitan gaya Solo. Semoga bermanfaat! (mg2/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro