SOLOBALAPAN.COM - Batik merupakan salah satu jenis kain yang sering digunakan pada upacara pernikahan, salah satunya adalah batik satriya manah dan semen rante.
Berdasarkan informasi dalam jurnal penelitian karya Karman, kedua batik ini termasuk ke dalam jenis motif batik tradisional.
Biasanya, batik satriya manah dikenakan oleh calon mempelai laki-laki pada saat upacara seserahan (peningsetan) atau lamaran.
Sedangkan calon mempelai perempuan mengenakan batik jenis semen rante.
Kedua jenis batik tersebut tentunya memiliki makna masing-masing.
Batik satriya manah mempunyai makna seorang kesatria yang telah memanah atau memikat hati perempuan yang akan dijadikan istrinya.
Bagi gadis yang telah dipanah atau dilamar maka ia harus menyiapkan diri untuk memasuki pernikahan.
Selain itu, batik ini juga bermakna harapan akan calon istri agar selalu berbakti kepada suami di semasa hidupnya.
Penamaan "Satriya Manah" merujuk pada dua kata bahasa Jawa "Satriya" dan "Manah".
"Satriya" memiliki arti satria atau kesatria sedangkan "Manah" berarti memanah.
Batik ini memiliki motif non-geometris dan berlatar putih. Di dalamnya terdapat isen berupa gambar kesatria yang sedang memanah.
Gambar tersebut melambangkan seorang laki-laki yang telah memanah hati sang perempuan.
Sedangkan batik semen rante memiliki makna bahwa perempuan tersebut telah sanggup diikat (dirantai) dalam suatu perkawinan.
Tak jauh berbeda dengan batik satriya manah, semen rante juga merupakan jenis motif batik non-geometris dengan latar yang berwarna putih.
Merujuk pada namanya yaitu "Semen Rante". "Semen" merupakan sejenis isen yang terdapat pada kain batik, berasal dari kata “Semi” yang memiliki arti tumbuh sedangkan "Rante" berarti gelang.
Lebih lanjut dari itu, "Rante" yang berarti kuat atau kokoh melambangkan bahwa apabila lamaran telah diterima, calon mempelai perempuan menginginkan hubungan yang kuat dan kokoh seperti rantai agar tidak dapat terpisahkan.
Selain itu, “Rante” juga melambangkan bahwa calon mempelai perempuan bersedia dan sanggup menjadi pendamping calon suaminya seumur hidup.
Ia harus menutup diri dari cinta laki-laki lain karena sudah terdapat rantai yang telah membelenggu dirinya (menjadi istri). (mg4/nda)