SOLOBALAPAN.COM - Tari ambabar batik merupakan salah satu tari kreasi gaya Surakarta, tarian ini mengangkat cerita tentang motif-motif batik.
Tari ambabar batik diciptakan oleh Jonet Sri Kuncoro pada tahun 2007.
Tarian ini pertama kali dipentaskan pada acara Festival Parade Seni Tingkat Nasional di Sasono Langen Budaya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Penamaan "Ambabar Batik" sendiri memiliki arti bercerita tentang batik.
Penggunaan nama tersebut digunakan karena isi karya tari ini bercerita tentang motif-motif batik yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.
Sehingga harapannya karya tari ini dapat memberi wawasan kepada para penonton tentang batik.
Tari ambabar batik dipentaskan oleh sembilan penari perempuan yang berumur kurang lebih sebelas tahun.
Pemilihan penari perempuan merujuk pada fenomena membatik yang biasanya dilakukan oleh kaum perempuan.
Namun, dalam karya tari ini penari tidak selalu berjumlah sembilan orang. Jumlah penari dapat berubah sesuai dengan kebutuhan panggung.
Karena dipentaskan oleh anak-anak, tata rias dan busana dalam tarian ini juga menggunakan tema yang segar dan ceria.
Untuk tata rias menggunakan make up wajah sederhana dengan rambut yang dikepang tekuk.
Sedangkan untuk busana menggunakan kemben semekan dan jarik sabuk wolo yang berwarna-warni pada setiap penarinya.
Perbedaan warna tersebut disesuaikan dengan konsep tari ambabar batik itu sendiri yang ceria, dinamis, dan menarik.
Selain itu, perbedaan warna ini juga terinspirasi dari kembang setaman yang memiliki makna walaupun warnanya berbeda-beda tetapi menjadi satu rasa yang kuat.
Pemilihan tata rambut yang dikepang tekuk serta busana kemben dan jarik juga memiliki tujuan tertentu.
Pada karya tari ini, koreografer ingin mengembalikan suasana anak-anak keraton pada zaman dahulu.
Tari ambabar batik dipentaskan dengan gerakan yang tidak terlalu rumit.
Selain karena penarinya yang masih anak-anak, gerakan pada tarian ini dibuat sederhana tetapi tetap lincah dan menarik sehingga kesan bermain yang sering dilakukan anak-anak terlihat dalam karya tari ini.
Gerakan dalam tari ambabar batik mengusung motif gerak putri gaya Surakarta, motif gerak srisikan, motif gerak dolanan bocah, dan motif gerak mengolah properti.
Sesuai dengan namanya, tari ambabar batik dipentaskan dengan tambahan properti berupa kain batik.
Kain batik yang digunakan memiliki berbagai macam motif di antaranya parang klithik, parang rusak, parang barong, parang kusumo, sidoluhur, sidomulyo, sidomukti, serta wahyu tumurun.
Motif-motif tersebut didasarkan pada motif batik yang sering digunakan oleh masyarakat.
Tari ambabar batik disajikan dengan iringan musik yang dibuat khusus.
Iringan aransemen musik tersebut digunakan pada bagian awal (introduction), bagian kedua (tembang pocung), bagian ketiga (gendhing ilir-ilir), dan bagian akhir (komposisi bonang).
Tari ambabar batik menjadi karya tari yang mengangkat kain batik sebagai inspirasinya.
Hal ini juga menjadikan batik sebagai warisan budaya supaya lebih banyak dikenal dan dilestarikan. (mg4/nda)
Editor : Nindia Aprilia