Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Siraman Sering Ada dalam Pernikahan Jawa di Solo, Ternyata Ada Makna pada Setiap Perlengkapan yang Dipakai

Reinaldo Suryo Negoro • Rabu, 17 Januari 2024 | 08:39 WIB
Prosesi Siraman Pengantin Kaesang Pangarep (dok. Radarsolo.jawapos.com/Panitia Pernikahan Kaesang-Erina/Laely Rachev/Pool)
Prosesi Siraman Pengantin Kaesang Pangarep (dok. Radarsolo.jawapos.com/Panitia Pernikahan Kaesang-Erina/Laely Rachev/Pool)

SOLOBALAPAN.COM - Adat pernikahan Jawa yang ada di daerah Kota Solo memang ada banyak. Salah satunya yaitu siraman.

Siraman ini berasal dari kata ‘siram’ yang mempunyai arti memandikan calon pengantin supaya calon pengantin bersih, suci lahir dan batin.

Adat siraman ini masih terus dipakai oleh orang-orang yang mau menikah dengan adat Jawa, khususnya di daerah Solo.

Adat siraman ini dibahas dalam penelitian Endang Setyaningsih dan Atiek Zahrulianingdyah dalam Jurnal TeknoBuga.

Dijelaskan, adat siraman ini adat budaya siraman pengantin Jawa berasal dari tradisi nenek moyang kita dan memiliki nilai-nilai kehidupan yang adi luhung.

Siraman memiliki filosofi dan makna tentang membina rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warohmah.

Selain itu, siraman juga terdapat petuah dan petunjuk yang diberikan oleh orang tua kepada calon pengantin sebagai bekal hidup mereka.

Siraman ini dipercaya bisa membersihkan jiwa seseorang dalam menempuh babak baru.

Selain itu, di dalam prosesi siraman ini ada prosesi “dodol cendol”.

Prosesi ini bermakna dari cendol yang berbentuk bulat yang melambangkan kebulatan tekad kedua orang tua untuk menjodohkan anaknya.

Kemudian membeli cendol dengan kereweng (pecahan genting).

Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia berasal dari bumi, ada juga yang melayani pembeli adalah sang ibu, sementara yang menerima uang yaitu ayah.

Hal ini mengajarkan bahwa mencari nafkah harus saling membantu.

Selain itu, dalam prosesi siraman ini juga menggunakan perlengkapan.

Namun, perlu diketahui bahwa setiap perlengkapan ini mempunyai makna masing-masing.

Mari simak bersama makna dari perlengkapan yang ada di siraman.

• Air tujuh sumber (pitu) – air perwitosan (kendi)

Makna dari ini yaitu Orang Jawa sangat mensakralkan angka 7 (pitu) yang berarti pitulungan atau pertolongan.

• Kain batik wahyu temurun

Maknanya yaitu berharap bisa mendapatkan wahyu da dijauhkan dari segala godaan.

• Kain bangun tolak

Yang harapannya bisa terhindar jauh dari halangan, rintangan hidup

• Batik cakar (sebutan kaki ayam)

Ini meurpakan sebutan kaki ayam supaya mempelai dapat ceker-ceker, seperti ayam dalam mencari makan.

• Busana kembengan (setelan)

Hal ini mempunyai makna bersih tata lahir batinnya. Serta keikhlasan akan meninggalkan status gadis dan menjalani hidup berumah tangga.

• Motif yuyu sekandang

Motif ini ada harapan untuk mendapatkan keturunan/kelanjutan generasi berikutnya.

• Gayung dari tempurung kelapa

Yang mempunyai arti kebulatan tekad orang tua untuk melepaskan putera/puterinya untuk hidup berumah tangga.

• Air sekar manca warna dalam jambangan (banyu sekar setaman)

Air siramaan ini mempunyai bau yang harum, karena dengan aneka bunga yang banyak.

• Kloso bongko

Ini merupakan nama klasan tikar baru dari daun pandan.

• Daun tolak-balak

Daun tolak balak : Daun opo-opo, daun koro, daun kluwih, daun dadap srep, daun alang- alang.

• Lawon/kainn blacu

Berasal dari serat kapas, yang berarti sehari-harinya berkecukupan barang.

• Cendol berbentuk bulat

Cendol yang berbentuk bulat merupakan lambang kebulatan kehendak orang tua untuk menjodohkan anak.

• Uang kreweng

Yang berarti bahwa kehidupan manusia berasal dari bumi/tanah.

• Tumpeng lengkap

Ini mempunyai makna bahwa hubungan manusia dengan Tuhan, dan mengahrapkan agar didalam menjalankan sebuah kehidupan berumah tangga hidup rukun dengan ridho Allah.

• Tumpeng robyong

Tumpeng nasi putih berbentuk kerucut yang dihias dengan sayuran mentah. Hal ini bermakna supaya hajatan mantunya banyak tamu yang datang.

• Tumpeng gundul

Tumpeng ini menggambarkan payudara ibu, karena dalam pernikahan itu berhaarap anak-anak hidup pertama kali dengan air susu ibu.

• Jajan pasar

Jajan pasar yang darri olahan hasil bumi, yakni pala kependen(jenis buah dari bumi), pala kesimpar (jenis buah merambat), pala gumantung (jenis buah bergantung).

• Luhur pengantin

Tepung beras manca warna, mangir, pandan wangi, daun kemuning bertujuan membersih-kan kotoran tubuh, dan hasilnya warna kulit yang bersih bersinar.

• Pelepasan pitik urip-uripan

Melepas ayam hidup yang diibaratkan melepas anak untuk menjalani kehidupan yang baru.

• Bubur merah putih

Yang berarti berani dan suci/kejujuran atau tanda kemenangan.

• Bunga

Yang berarti hidup yang selalu berwarna dan penuh harapan.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman di era sekarang ini, adat siraman ini dikemas dengan indah dan menarik.

Selain itu, tradisi ini juga tidak meninggalkan nilai-nilai agama yang menjadi sarana untuk memberikan bekal hidup calon pengantin di kemudian hari. (mg8/rei)

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#siraman #jawa #pernikahan #solo