Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Termasuk Batik Tertua di Indonesia, Ternyata Ini Mitos Dibalik Cantiknya Batik Parang

Nindia Aprilia • Sabtu, 2 Desember 2023 | 21:03 WIB
Motif Batik Parang Solo
Motif Batik Parang Solo

SOLOBALAPAN.COM - Batik Parang adalah salah satu batik tertua yang ada di Indonesia. Dalam batik ini menampakkan huruf S yang digambar dengan saling berkaitan dan berulang. Kecantikan batik parang kerap dipadu padankan dengan atasan kebaya.

Batik Parang memiliki arti yang mendalam dan juga ada filosofi dibaliknya. Batik Parang memiliki makna petuah untuk tidak menyerah dan juga mengibaratkan ombak yang tidak pernah berhenti.

Dilansir dari Radar Solo, saat Dinasti Mataram masih eksis hingga awal kemerdekaan, motif tersebut hanya boleh dikenakan oleh raja dan anak-anaknya.

Motif Batik Parang ini awalnya merupakan motif yang diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusumo yang terispirasi dari ombak yang mengulung gulung saat berkunjung ke Pantai Selatan Jawa.

meskipun saat ini motif batik parang kerap digunakan oleh masyarakat, namun kesakralan dari batik parang ini masih dipertahankan di lingkungan Kraton Kasunanan Siurakarta, Kasultanan Jogjakarta, Pura Mangkunegaran, dan Pura Pakualaman.

Konon, motif ini menjadi larangan untuk dikenakan siapapun yang masuk ke lingkungan kraton, yaitu Kraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran.

Selain itu juga dijelaskan bahwa kerabat kerajaan juga tidak boleh mengenakan batik parang ini selain putra mahkota.

Dilansir dari berbagai sumber, ternyata ada mitos bahwa tidak boleh mengenakan batik parang dalam pernikahan karena diyakini dapat membawa kesialan pada pasangan.

Hal itu karena namanya sendiri yaitu "parang" yang memiliki arti senjata. Senjata inilah yang memiliki lambang kekejaman dan juga kekerasan.

Mitos larangan menggunakan batik parang ini mulai naik saat adanya larangan pengunaan batik parang saat pernikahan Kaesang dan Erina Putra Bapak Presiden RI Joko Widodo. 

Larangan itu merupakan perintah dari Pura Mangkunegaran yang meminta agar seluruh tamu yang hadir dalam acara pernikahan Kaesang tidak mengenakan batik bermotif parang.

Itulah beberapa mitos yang membuat batik parang dilarang digunakan. Selain itu untuk menghargai kesakralan batik parang ini memang harus mengikuti aturan dari Kraton.

Tentunya semua tergantung dengan kepercayaan masing-masing orang, larangan diciptakan agar bisa berhati-hati dalam bertindak dan berprilaku. (nda)

 

 

 

 

 

Editor : Nindia Aprilia
#batik parang #kraton #pernikahan #mitos