SOLOBALAPAN.COM – Hari Olahraga Nasional yang diperingati setiap 9 September bisa menjadi pengingat untuk mulai lebih aktif bergerak. Namun, bagi orang yang sudah lama jarang berolahraga, memulai aktivitas fisik terkadang justru diikuti rasa pegal di berbagai bagian tubuh.
Bahkan, rasa pegal tersebut tidak selalu muncul saat sedang berolahraga. Ada kalanya tubuh terasa baik-baik saja setelah selesai bergerak, tetapi keesokan harinya kaki, paha, lengan atau punggung mulai terasa nyeri ketika digunakan.
Baca Juga: Disney Siapkan Film Fantasi dari Novel Korea The Dallergut Dream Department Store
Kondisi seperti ini cukup umum terjadi ketika tubuh melakukan aktivitas fisik yang belum biasa dilakukan, terutama jika intensitas atau jumlah gerakannya lebih tinggi dari biasanya.
Salah satu penyebabnya adalah delayed-onset muscle soreness atau DOMS, yaitu rasa nyeri dan kaku pada otot yang muncul setelah melakukan aktivitas fisik tertentu.
Sederhananya, tubuh sedang beradaptasi dengan beban aktivitas yang baru.
Misalnya seseorang yang biasanya lebih banyak duduk tiba-tiba memutuskan berlari beberapa kilometer. Atau orang yang jarang melakukan latihan kekuatan langsung melakukan banyak squat, lunges atau latihan kaki.
Saat melakukan gerakan tersebut, otot bekerja dengan cara yang mungkin belum terbiasa. Terutama pada gerakan yang membuat otot memanjang sambil tetap menahan beban, yang dikenal sebagai kontraksi eksentrik. Aktivitas dengan intensitas tinggi dan banyak kontraksi seperti ini diketahui dapat memicu DOMS.
Itulah sebabnya rasa pegal terkadang justru terasa lebih kuat beberapa waktu setelah olahraga, bukan ketika latihan sedang berlangsung.
Baca Juga: Naik Kereta Sekarang Bisa Sambil Berburu Stempel, Kenalan dengan Stamp Railly KAI
Bagi orang yang baru mulai olahraga, kondisi tersebut bisa membuat tubuh terasa seperti “protes”. Naik tangga yang biasanya biasa saja mendadak terasa berat. Duduk dan berdiri bisa membuat paha terasa kaku. Bahkan mengangkat tangan dapat terasa tidak nyaman setelah melakukan latihan tubuh bagian atas.
Namun, rasa pegal setelah olahraga bukan berarti seseorang harus berhenti bergerak sama sekali. Justru, tubuh membutuhkan proses untuk beradaptasi dengan aktivitas yang dilakukan secara bertahap.
Masalahnya sering kali bukan pada keputusan untuk mulai olahraga, tetapi pada cara memulainya.
Keinginan untuk langsung berolahraga berat karena sedang bersemangat bisa membuat seseorang memberikan beban yang terlalu besar kepada tubuh. Padahal, olahraga tidak harus langsung dilakukan dalam durasi panjang atau dengan intensitas tinggi.
Memulai dengan aktivitas yang lebih ringan kemudian meningkatkan intensitas secara bertahap dapat membantu tubuh menyesuaikan diri. American College of Sports Medicine juga mencatat bahwa peningkatan intensitas dan volume latihan secara bertahap dapat membantu mengurangi risiko kerusakan otot akibat latihan yang terlalu berat.
Karena itu, Hari Olahraga Nasional bisa menjadi momentum untuk memulai kebiasaan yang lebih aktif, bukan sekadar olahraga satu hari lalu berhenti karena tubuh terasa pegal.
Bagi yang sudah lama tidak berolahraga, berjalan kaki, melakukan peregangan ringan, bersepeda santai atau latihan sederhana bisa menjadi awal. Setelah tubuh mulai terbiasa, aktivitas dapat ditingkatkan secara perlahan sesuai kemampuan.
Yang tidak kalah penting, rasa sakit yang sangat berat atau keluhan yang tidak biasa tentu berbeda dengan pegal setelah olahraga. Jika nyeri terasa parah, terjadi cedera atau keluhan tidak membaik, sebaiknya jangan memaksakan diri dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Jadi, kalau tubuh terasa “protes” setelah kembali berolahraga, bukan berarti olahraga tersebut selalu salah. Bisa jadi tubuh sedang beradaptasi dengan sesuatu yang sudah lama tidak dilakukan.
Pada akhirnya, tantangan terbesar setelah mulai olahraga bukan hanya melawan rasa malas, tetapi juga memahami bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk terbiasa. Daripada langsung memaksakan latihan berat, lebih baik mulai perlahan dan menjadikannya kebiasaan.
Editor : Luthfiana SekarSumber : American College of Sports Medicine