SURABAYA, SOLOBALAPAN.COM – PP PBVSI resmi menerapkan aturan salary cap untuk kompetisi Proliga 2027. Kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah klub peserta, termasuk Surabaya Samator dan Petrokimia Gresik.
Dalam regulasi yang diumumkan pada Selasa (2/6), total gaji dua pemain asing dalam satu tim dibatasi maksimal USD 40 ribu per bulan atau sekitar Rp 716 juta. Selain itu, setiap pemain asing tidak boleh menerima gaji lebih dari USD 20 ribu atau sekitar Rp 359 juta per bulan.
Sementara itu, total gaji untuk 12 pemain lokal dalam satu tim dibatasi maksimal Rp 600 juta per bulan.
Ketua Umum PP PBVSI, Imam Sudjarwo, mengatakan kebijakan tersebut bertujuan menciptakan persaingan yang lebih merata antarklub sekaligus mendorong bertambahnya peserta kompetisi.
“Kami tentu ingin Proliga 2027 diikuti oleh delapan tim putra dan putri. Aturan gaji ini kami buat agar tim-tim bergairah dan bisa bersaing meraih hasil terbaik,” ujarnya.
Samator Siap Ikuti Kesepakatan Bersama
Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, menyebut regulasi tersebut sebenarnya telah dibahas bersama seluruh peserta Proliga sejak akhir tahun lalu sebelum akhirnya ditetapkan PBVSI.
“Regulasi itu sudah dibahas bersama tim peserta Proliga akhir tahun lalu. Setelah digodok internal PBVSI, keluarlah aturannya,” kata Hadi.
Menurutnya, selama aturan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama, pihak klub siap menjalankannya. Evaluasi tetap akan dilakukan apabila di kemudian hari terdapat aspek yang perlu disempurnakan.
“Kalau itu kesepakatan bersama, kami ikuti saja. Evaluasi juga berjalan, kalau ada yang perlu diubah atau ditambah, kami sampaikan,” lanjutnya.
Baca Juga: Malam Takbiran Berubah Mencekam, Pemuda Klaten Jadi Korban Klitih di Prambanan
Petrokimia Nilai Aturan Dukung Pembinaan Atlet Lokal
Dukungan juga datang dari Ketua Umum Petrokimia Gresik, Iwan Febrianto. Ia menilai kebijakan salary cap menjadi langkah positif untuk pemerataan kualitas kompetisi sekaligus mendukung pembinaan atlet nasional.
Menurut Iwan, pembatasan gaji dapat membuka peluang lebih besar bagi pemain nonnasional untuk mendapatkan menit bermain di kompetisi elite seperti Proliga.
“Pemerataan pemain nasional bisa terjadi sehingga pemain nonnasional memiliki kesempatan lebih untuk tampil di kompetisi seketat Proliga,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa aturan baru tersebut masih memerlukan sosialisasi yang matang agar pelaksanaannya berjalan lancar dan potensi pelanggaran dapat diminimalkan.
Baca Juga: Sinopsis Film Clayface: Saat Ambisi Sembuhkan Wajah Berubah Jadi Teror Body Horror Mencekam
“Supaya teknis pelaksanaannya lebih smooth dan tidak menjadi kendala setiap klub, sehingga risiko kecurangan bisa diantisipasi,” katanya.
Upaya Wujudkan Kompetisi Lebih Kompetitif
Penerapan salary cap menjadi salah satu langkah strategis PBVSI untuk menjaga keseimbangan kekuatan antarklub dan meningkatkan daya saing kompetisi.
Dengan pembatasan anggaran pemain, klub-klub diharapkan memiliki peluang yang lebih setara dalam membangun tim dan bersaing memperebutkan gelar juara Proliga 2027. (ka/bas/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto