SOLOBALAPAN.COM - Performa Marc Marquez di awal MotoGP 2026 jadi sorotan tajam.
Setelah tampil dominan musim lalu, kini sang juara dunia justru kesulitan menembus podium dalam tiga seri awal.
Apa yang sebenarnya terjadi? Sejumlah pengamat hingga mantan rivalnya membongkar faktor di balik meredupnya performa “The Baby Alien”.
Start Buruk: Belum Sekali Pun Naik Podium
Hingga tiga seri awal MotoGP 2026, Marquez belum meraih satu pun podium.
Bahkan di Circuit of the Americas (COTA), sirkuit yang selama ini jadi “kerajaannya”, ia gagal menunjukkan dominasi.
“Ia selalu bisa membuat perubahan di Texas, tapi tidak pada tahun ini,” kata Andrea Dovizioso.
Padahal sebelumnya, Marquez dikenal sebagai raja di COTA dengan segudang kemenangan.
Cedera Lama yang Belum Pulih
Salah satu faktor paling kuat adalah kondisi fisik Marquez yang belum pulih sepenuhnya.
Cedera bahu kanan akibat insiden di Mandalika 2025 disebut masih berdampak besar.
“Marc bukanlah pembalap yang mudah mengeluh dan dia tidak pernah membuat alasan (menyalahkan pihak lain),” ungkap Dovi dilansir dari Moto.it.
“Jadi, kebenaran tentang bagaimana keadaannya dan berapa banyak masalah yang dihadapinya tidak pernah terlalu kelihatan. Namun, menurut saya, situasinya jauh lebih serius daripada yang terlihat.”
Marquez sendiri juga mengakui bahwa kondisinya belum 100 persen. Bahkan prioritasnya kini bukan lagi gelar juara.
"Kesehatan saya lebih penting dari gelar,"
Cedera tersebut disebut memengaruhi pergerakan bahu dan lengan kanan, yang sangat krusial bagi pembalap MotoGP.
Dampak Cedera ke Performa Balap
Menurut Dovizioso, efek cedera ini bukan hal sepele dan bahkan belum ada solusi pasti.
"Ia masih perlu memperbaiki kondisi fisik. Mungkin kecelakaan di Indonesia memperparah keterbatasan lengan kanannya, yang saya rasa tak ada solusinya. Austin adalah konfirmasi yang pasti. Di tempat di mana ia biasa bikin perbedaan, ia justru tidak bisa," ujar Dovi.
Penilaian serupa juga datang dari Luca Cadalora yang menilai performa Marquez kemungkinan hanya di kisaran 90 persen atau bahkan kurang.
"Kesulitan Ducati terutama berasal dari kondisi fisik Marquez," terang Luca Cadalora.
"Marquez mungkin balapan dengan performa 90 persen, atau bahkan kurang dari itu, karena ia masih belum pulih sepenuhnya, terutama dengan bahunya," sambungnya.
Masalah Lain: Kehilangan Kepercayaan pada Motor
Namun tidak semua pihak sepakat bahwa fisik adalah satu-satunya penyebab.
Pengamat Carlos Checa justru menyoroti faktor teknis dan mental.
"Saat ini, dia kehilangan kepercayaan dengan sepeda motornya," ucap Checa.
"Dia seperti terlambat bereaksi atas gerakan sepeda motornya."
"Saat dia sudah bisa bereaksi, semua telah terlambat..."
"Para pembalap selalu membutuhkan kepercayaan tersebut."
Menurut Checa, tanpa kepercayaan penuh terhadap motor, pembalap sulit tampil maksimal—terutama di level kompetisi setinggi MotoGP.
Aprilia Melaju, Ducati Tertinggal?
Sementara Marquez kesulitan, tim Aprilia justru tampil dominan di awal musim.
Marco Bezzecchi bahkan memimpin klasemen sementara, diikuti Jorge Martin.
"Dia sudah membuktikan bahwa dia adalah pembalap paling konsisten,"
"Dia adalah pemimpin untuk saat ini...."
"Kepercayaan penuh dari tim benar-benar sudah berada dalam genggamannya."
Hal ini makin mempertegas bahwa faktor kepercayaan antara pembalap dan motor sangat menentukan hasil di lintasan.
Masa Depan Marquez Dipertanyakan
Kondisi ini juga berdampak pada masa depan Marquez. Ia bahkan belum menandatangani kontrak baru dan disebut ingin memastikan kondisi fisiknya terlebih dahulu.
Jika performanya tak kunjung membaik, bukan tidak mungkin ia mempertimbangkan pensiun lebih cepat dari MotoGP.
Penurunan performa Marc Marquez di MotoGP 2026 bukan disebabkan satu faktor saja. Cedera yang belum pulih, penurunan kondisi fisik, hingga hilangnya kepercayaan pada motor jadi kombinasi yang kompleks.
Dengan musim yang masih panjang, publik kini menanti: apakah Marquez mampu bangkit, atau justru era dominasinya benar-benar mulai berakhir? (lz)
Editor : Laila Zakiya