SOLOBALAPAN.COM - Surabaya kembali menunjukkan magnet fanatisme sepak bolanya lewat sebuah rilisan spesial.
Jersey Anniversary 98 Persebaya, karya apparel lokal Allegiant, habis terjual sebanyak 250 pcs hanya dalam waktu 24 jam.
Fakta ini menegaskan bahwa kecintaan Bonek dan Bonita terhadap klub kebanggaan mereka tak pernah padam, bahkan semakin membara.
Jersey ini tak hanya menjadi pakaian, melainkan simbol sejarah, rasa bangga, dan cinta tanpa syarat terhadap Persebaya Surabaya.
Di balik kesuksesan rilisan ini, ada cerita panjang dari Fajar Ainun Zavi, CEO Allegiant.
Dilansir dari wawancara eksklusif bersama JawaPos, Fajar Ainun Zav berbagi bagaimana proses kreatif dan produksi jersey ini menjadi perjalanan emosional tersendiri.
"Kami ingin mengangkat semangat Persebaya era 90-an, ketika klub ini jadi simbol perlawanan dan identitas rakyat Surabaya," ungkap Fajar membuka ceritanya.
"Tahun 1998 itu tahun penuh makna. Persebaya bangkit dari keterpurukan, dan kami ingin menangkap momen itu," imbuhnya.
Desain jersey Anniversary 98 bukan sekadar mainan warna atau template. Allegiant menyisipkan kesan klasik, dengan tambahan elemen hiu dan buaya—dua ikon khas Surabaya—di lengan.
Kombinasi antara nostalgia dan modernitas ini menciptakan rasa emosional bagi siapa pun yang memakainya.
Fajar mengaku cukup terkejut ketika mengetahui bahwa jersey ini langsung habis dalam 24 jam.
"Kami optimis tapi tetap realistis. Perkiraan awal kami sekitar tiga sampai lima hari. Tapi ternyata sehari pun belum habis, udah sold out total. Kami benar-benar gak nyangka antusiasnya segila itu," ujarnya sambil tersenyum.
Proses produksinya memakan waktu sekitar dua bulan. Menurut Fajar, tantangan terbesar justru ada pada beban moral—bagaimana menjaga kesakralan sejarah Persebaya dalam produk yang secara teknis juga harus berkualitas tinggi.
"Kami tahu ini bukan proyek biasa. Harus betul-betul detail, dari bahan, pola, sampai grafis. Apalagi ini edisi anniversary. Kami ingin suporter bangga ketika memakainya."
Di sisi lain, dari ribuan suporter yang berebut jersey ini, ada sosok Putra, seorang Bonek asal Rungkut yang berhasil mengamankan satu buah jersey langka tersebut.
Baginya, mendapatkan jersey ini bukan cuma soal beli baju, tapi menyentuh sisi emosional sebagai pendukung.
"Karena ini bukan sembarang jersey. Ini momen sejarah. Tahun 1998 itu tahun emosional buat Persebaya, dan sekarang dikemas dalam bentuk jersey yang keren banget," ujarnya penuh semangat.
Putra mengaku langsung mengatur alarm saat perilisan dibuka. Begitu tahu jersey langsung ludes dalam 24 jam, ia mengaku merinding dan makin bangga jadi bagian dari komunitas Bonek.
"Ini bukti bahwa Bonek-Bonita masih solid, loyal, dan militan. Gak semua suporter bisa kayak gini. Persebaya itu bukan sekadar klub buat kami," sebutnya.
Soal desain, Putra menyebut bahwa jersey ini punya nilai lebih dibanding rilisan lainnya.
"Desainnya punya ruh. Bukan cuma enak dilihat, tapi ada maknanya. Warna, grafis, sampai cutting-nya pun beda. Ini bukan jersey biasa," bebernya.
Ia juga menambahkan rasa bangganya karena jersey ini dibuat oleh brand lokal sendiri.
"Allegiant tuh keren. Mereka buktiin kalau brand lokal bisa bikin karya berkualitas tinggi dan punya nilai historis," ungkapnya.
Putra pun berharap, jika nanti ada rilisan ulang, bisa dibuat dalam bentuk berbeda agar tetap menjaga eksklusivitas edisi pertama.
"Kalau bisa sih ada rilis ulang, tapi dengan patch beda atau kemasan baru. Biar yang udah dapet versi awal tetap merasa spesial," bebernya.
Jersey Anniversary 98 yang habis bukan semata soal tingginya permintaan pasar.
Hal tersebut juga tentang ikatan suporter dengan klub, tentang bagaimana sejarah dan identitas kota bisa dijahit dalam sepotong kain, lalu menjadi simbol kebanggaan kolektif.
Allegiant dan Persebaya telah menunjukkan bahwa ketika sejarah, desain, dan loyalitas bertemu, hasilnya bisa menciptakan gelombang emosional yang luar biasa.
Dan untuk para Bonek-Bonita, ini bukan akhir dari cerita, melainkan bab baru dari cinta yang tak pernah selesai untuk Persebaya. (dam)
Editor : Damianus Bram