SOLOBALAPAN.COM - Pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, akhirnya mengungkap alasan tak memasukkan nama Elkan Baggott ke dalam skuad Garuda untuk lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Keputusan ini sempat menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan suporter dan pengamat sepak bola Tanah Air, apalagi setelah Baggott diketahui berada di Bali sebelum pengumuman resmi daftar pemain.
Dalam keterangannya kepada awak media di Bali United Training Center (BUTC), Gianyar, Senin (26/5/2025), Kluivert menjelaskan bahwa dirinya sudah berdiskusi langsung dengan Baggott sebelum pertandingan uji coba melawan Australia dan Bahrain pada Maret 2025 lalu.
"Saya sudah sering membicarakan situasinya. Saya sudah bicara dengan Elkan, dan dia takut kehilangan posisinya di klub saat saya panggil. Jadi itulah kenapa saya tidak bisa memanggil dia lagi," ujar Kluivert.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa kekhawatiran Elkan Baggott terhadap stabilitas kariernya di klub menjadi alasan utama di balik ketidakhadirannya.
Sebagaimana diketahui, pemain yang kini memperkuat Ipswich Town itu tengah berjuang mempertahankan tempatnya di tim utama.
Baca Juga: Timnas Indonesia Mulai Pemusatan Latihan di Bali: 23 Pemain Sudah Bergabung, Siapa Saja?
Hadir di Bali, Tapi Tak Masuk Daftar
Sebelum pengumuman resmi 32 nama yang dipanggil ke Timnas, Elkan Baggott sempat terlihat berada di Bali, yang memunculkan spekulasi kuat bahwa dirinya akan bergabung dengan skuad Garuda.
Namun, ketika PSSI merilis daftar resmi pemain, nama Baggott justru absen.
Hal ini memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak netizen yang menyayangkan keputusan ini, mengingat Baggott selama ini dianggap sebagai salah satu pilar penting di lini belakang Timnas Indonesia, dengan postur tinggi dan pengalaman bermain di kompetisi Eropa.
Fasilitas Latihan Jadi Sorotan Positif
Dalam kesempatan yang sama, Patrick Kluivert juga memuji kualitas fasilitas latihan Bali United Training Center, tempat pemusatan latihan Timnas saat ini.
"Lihat saja ini. Ini lingkungan yang fantastis, lapangannya sangat bagus. Ini yang kami perlukan untuk berlatih dengan bagus. Lapangan bagus, lingkungan yang bagus," katanya.
Pujian ini menjadi angin segar bagi upaya PSSI dalam membangun infrastruktur latihan yang kompetitif di level internasional.
Kepentingan Klub vs Negara Masih Jadi Dilema
Ketidakhadiran Elkan Baggott mencerminkan dilema klasik antara loyalitas kepada negara dan profesionalitas di klub.
Di satu sisi, panggilan membela Timnas adalah kehormatan tinggi bagi seorang pesepakbola.
Namun di sisi lain, persaingan ketat di level klub, terutama di Eropa, membuat banyak pemain harus membuat keputusan sulit.
Situasi ini bisa menjadi pelajaran bagi federasi dan pelatih ke depan, agar lebih intensif berkomunikasi dengan klub-klub pemain diaspora.
Sebab, sinergi antara Timnas dan klub sangat krusial untuk memastikan talenta terbaik Indonesia bisa tampil maksimal di panggung internasional, tanpa mengorbankan karier mereka di luar negeri. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo