SOLOBALAPAN.COM - Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin kembali apes setelah mengalami kecelakaan horor di MotoGP Qatar 2025.
Jorge Martin mendapatkan rentetan cedera baru yang parah usai terjatuh pada Lap 14 balapan utama MotoGP Qatar 2025 di Sirkuit Lusail, Senin (14/4/2025) dini hari.
Sang juara dunia bertahan MotoGP itu mengalami kebocoran paru-paru dan enam tulang rusuk kanannya patah.
Sepanjang akhir pekan, Jorge Martin hanya ingin finis, dan berhasil finis ke-16 di Sprint race MotoGP Qatar 2025.
Sayang, hal ini tak bisa Martin ulang di balapan utama MotoGP Qatar 2025.
Martin berupaya finis di posisi 17 dalam balapan ini, tetapi motornya llowside di Tikungan 13 pada Lap 14.
Fabio di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing) yang melaju di belakangnya tak mampu menghindar.
Absolute heartbreak ????
— MotoGP™???? (@MotoGP) April 14, 2025
Sending our best wishes to our Champ @88jorgemartin on his recovery after this one ????
???? The final medical check showed six fractures on the right posterior arches and he will remain under observation at the hospital until the pneumothorax resolves. pic.twitter.com/lq9ATFIJgL
Ban depan Ducati milik Fabio Di Giannantonio menghantam bagian kepala, leher, dan punggung Martin dalam insiden tersebut.
Martin, yang segera ditolong petugas medis, dilarikan ke pusat medis sirkuit, sebelum ditransfer ke Rumah Sakit Umum Hamad untuk pemeriksaan lebih mendalam.
Hasil pemeriksaan, Martin mengalami memar di bagian tulang rusuk bagian dada dan enam tulang rusuk kanannya patah.
Ia juga mengalami pneumotoraks, di mana paru-parunya mengalami kebocoran.
Setelah CT scan, pneumotoraks Martin ketahuan kian parah sehingga paru-parunya harus dipasangi alat drainase, dan ia harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.
"Jorge Martin harus tetap dalam pengawasan di rumah sakit selama beberapa hari hingga kondisi pneumotoraksnya membaik," bunyi pernyataan Aprilia, Senin (14/4/2025).
"Pemeriksaan akhir juga menunjukkan adanya enam patah tulang pada lengkungan posterior kanan, dari tulang rusuk pertama hingga keenam,"lanjutnya.(np)
Editor : Nur Pramudito