5 Siswi SMP N 1 Selo Kembali Dibawa Ke Puskesmas, Keluhkan Tubuh Gatal

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:04 WIB
Dinas Kesehatan Boyolali juga mengimbau pihak sekolah dan SPPG penyedia MBG untuk terus memantau kondisi kesehatan siswa. (Abdul Khofid/solobalapan.com)
Dinas Kesehatan Boyolali juga mengimbau pihak sekolah dan SPPG penyedia MBG untuk terus memantau kondisi kesehatan siswa. (Abdul Khofid/solobalapan.com)

BOYOLALI, SLOBALAPAN.COM — Keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SMP Negeri 1 Selo, Kabupaten Boyolali, kembali bertambah. Tim medis Puskesmas Selo melakukan pemeriksaan lanjutan di sekolah pada Jumat (11/9/2026).

Hasilnya, lima siswa harus dirujuk untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut di Puskesmas Selo. Lima siswa tersebut terdiri dari tiga siswi dan dua siswa.

Hingga Jumat siang, tiga siswi masih menjalani perawatan di Puskesmas Selo. Mereka terdiri dari dua siswi SMP N 1 Selo dan satu siswi SMP Negeri 2 Selo.

Ketiganya mengeluhkan rasa gatal yang cukup hebat di sejumlah bagian tubuh. Mereka bahkan terlihat terus menggaruk tangan dan bagian tubuh lain karena gatal yang tidak kunjung mereda.

Salah satu siswi yang dirawat, NR, siswa kelas IX SMP Negeri 1 Selo, mengaku mulai merasakan gatal sejak Kamis (10/9/2026) malam.
Baca Juga: Mengapa Lidah Buaya Wajib Ada di Rumah? Ini Pilihan Manfaat utamanya

“Gatalnya sejak tadi malam, sampai enggak bisa tidur-tidur,” jelasnya saat menunggu pemeriksaan tim medis di Puskesmas Selo.

Keluhan itu masih dirasakannya hingga Jumat pagi. Dia kemudian diperiksa tim medis yang datang ke SMP Negeri 1 Selo dan diminta melanjutkan pemeriksaan di Puskesmas.

“Sampai pagi ini masih terus. Tadi diperiksa tim puskesmas, terus diminta ke puskesmas ini,” ujarnya.

Keluhan serupa juga dialami MS,12, siswi asal Desa Samiran. Mufida mengaku merasakan gatal di bagian pundak hingga hampir seluruh tubuh.

“Habis makan MBG, gatal menyeluruh,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah siswa SMP Negeri 1 Selo memang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Kasus sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan di SMP Negeri 1 Selo memicu kekhawatiran wali murid. Salah satu wali, Mujianto, mendesak pemerintah mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mujianto mengaku anaknya juga bersekolah di SMP Negeri 1 Selo. Beruntung anaknya tidak menjadi korban, karena tidak mengonsumsi makanan dari program tersebut.

“Pertama kebetulan anak saya juga sekolah di SMP yang bersangkutan di SMP Negeri satu Selo dan alhamdulillah anak saya tidak kena ya karena tidak makan,” ujarnya.

Dia mengaku khawatir dengan kelanjutan program MBG, terutama untuk jam makan siang.

Mujianto menilai kejadian ini tidak hanya terjadi di Selo. Dia meminta ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.

Menurutnya, program MBG saat ini hanya bersifat sementara dan belum memberikan dampak pendidikan yang nyata. Ia mengusulkan agar anggaran dialihkan ke program lain yang lebih bermanfaat. 

Baca Juga: Bukan Cuma Gaya, Tato dari Berbagai Dunia Jadi Penanda Identitas Budaya

Mujianto juga menyoroti menu MBG yang mengandung ikan. Anaknya kelas IX mengaku tidak makan karena teman-temannya mengalami alergi.

“Kemarin pulang sekolah, menyampaikan kepada saya bahwa teman-temannya pada alergi, bahasanya alergi ya. Alergi,” lanjutnya.

Dia juga mempertanyakan proses distribusi bahan makanan, khususnya ikan, ke wilayah Boyolali dan Solo Raya.

“Jadi logikanya saja, ikan di Boyolali bahkan di Solo Raya ini, untuk mendatangkan ikan itu kan butuh waktu yang lama juga, dan kita tidak tahu packing seperti apa,” pungkas Mujianto.

Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali M. Syawalludin, Kepala Dinas Kesehatan FX. Kristandiyoko, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hari Dwi Kuncoro, dan Kabid SMP Mulyono turut menjenguk tiga siswa yang masih terbaring di Puskesmas Selo.

Petugas kesehatan bersama Satgas MBG hingga kini masih melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap para siswa yang mengalami keluhan. 

Baca Juga: Juicy Luicy Buka Suara Usai Diserang Netizen, Beberkan Kronologi Batal ke Batam: Ngaku Dibohongi Berkali-kali

Penyebab pasti dari gejala gatal tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium dan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

Pihak Dinkes Boyolali mengimbau sekolah dan SPPG MBG untuk tetap memantau kondisi siswa serta memastikan penerapan SOP keamanan pangan selama proses produksi hingga distribusi. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
smpn 1 Selo boyolali SPPG program Makan Bergizi Gratis keracunan mbg