Rapi Tapi Culas: Oknum Eks Ajudan Pejabat Karanganyar Bikin Wawancara 'Settingan' Malam Hari demi Kuras Rp100 Juta

Rudi Hartono RS • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:15 WIB
Polres Karanganyar bongkar modus penipuan rekrutmen BLUD RSUD oleh oknum eks ajudan pejabat. (Rudi Hartono/solobalapan.com)
Polres Karanganyar bongkar modus penipuan rekrutmen BLUD RSUD oleh oknum eks ajudan pejabat. (Rudi Hartono/solobalapan.com)

KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Skenario penipuan rekrutmen pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Karanganyar yang disusun oleh W (34), oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus mantan ajudan pejabat Pemkab Karanganyar, terbongkar.

Demi meyakinkan korbannya hingga bersedia menyerahkan uang Rp100 juta, W nekat menggelar simulasi wawancara kerja formal palsu di area rumah sakit.

Rincian modus operandi canggih tersebut dibeberkan saat rilis kasus penipuan rekrutmen BLUD di Mapolres Karanganyar, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: BREAKING NEWS! Persikotas Tasikmalaya Resmi Akuisisi Nusantara Lampung FC, Siap Tampil di Liga 3 Musim 2026/2027

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Wikan Sri Kadiono, menjelaskan bahwa setelah menerima uang muka (down payment), W memanggil korban untuk mendatangi ruang kerjanya di RSUD Karanganyar. Guna menghindari kepungan kecurigaan pegawai lain, pemanggilan tersebut diatur secara tertutup pada malam hari di luar jam operasional dinas.

"Korban dipanggil ke rumah sakit di luar jam dinas. Dimasukkan ke dalam ruangan, lalu diwawancarai seolah-olah sedang menjalani proses seleksi formal. Di situ korban diyakinkan bahwa pada Desember 2025 dipastikan sudah menerima SK dan resmi bekerja," beber Wikan, Kamis (30/7/2026).

Doktrin Kerahasiaan dan Instruksi 'Bungkam'

Tak berhenti pada sesi wawancara rekayasa, W yang memanfaatkan pemahamannya tentang alur birokrasi pemerintahan memberikan doktrin ketat kepada korban agar aksinya tidak tercium oleh manajemen RSUD.

"Tersangka memesan agar berkas pendaftaran jangan sampai terlihat oleh orang lain. Korban juga diwanti-wanti, jika ditanya oleh pegawai rumah sakit, wajib menjawab hanya bertamu sebagai teman pribadi W," tambah Kasat Reskrim.

Baca Juga: Dinda Kanyadewi Perankan Sosok Tertindas di Serial Manis di Bibir, Beda dari Mischa

Trik tipu daya tersebut berjalan mulus hingga tenggat waktu yang dijanjikan, yakni Desember 2025. Namun, hingga pertengahan 2026, Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang diimpikan tak kunjung terbit, sementara uang ratusan juta rupiah milik korban amblas.

Tiga Korban Teridentifikasi, Kerugian Ratusan Juta

Dari hasil penyidikan sementara, kepolisian mencatat sedikitnya ada tiga warga Kabupaten Karanganyar yang terjerat masuk ke dalam perangkap komplotan oknum ASN dan PPPK ini. Masing-masing korban menderita kerugian materiil berkisar antara Rp80 juta hingga Rp100 juta.

Penyidik Satreskrim Polres Karanganyar kini terus melakukan pendalaman intensif guna mengusut tuntas keterlibatan pihak lain, sekaligus membuka posko pengaduan bagi kemungkinan adanya korban tambahan yang selama ini belum berani bersuara. (an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
Penipuan ASN Karanganyar penipuan rekrutmen pegawai RSUD ASN Karanganyar rsud karanganyar pemkab karanganyar