Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Blush Blindness Lagi Tren, Tapi Apakah Cocok untuk Semua Orang?

R
Penulis: Rahma Azra Calista❯
Ilustrasi penggunaan blush pada pipi. Tren blush blindness mendorong banyak orang memakai blush lebih tebal, meski hasilnya belum tentu cocok untuk semua bentuk wajah dan warna kulit. (AI Generated)
Ilustrasi penggunaan blush pada pipi. Tren blush blindness mendorong banyak orang memakai blush lebih tebal, meski hasilnya belum tentu cocok untuk semua bentuk wajah dan warna kulit. (AI Generated)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Pipi yang tampak merona kini menjadi salah satu ciri riasan wajah yang banyak digemari, terutama di kalangan pengguna TikTok. Berbagai video tutorial memperlihatkan penggunaan blush dalam jumlah lebih banyak dari biasanya hingga warna merah muda atau peach tampak begitu menonjol di pipi.

Tampilan tersebut dikenal dengan istilah blush blindness dan menjadi salah satu tren makeup yang banyak ditiru karena dianggap mampu membuat wajah terlihat lebih segar sekaligus memberikan kesan muda.

Di balik tampilannya yang menarik, tren ini sebenarnya tidak selalu memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Blush blindness merupakan istilah yang menggambarkan kondisi ketika seseorang memakai blush secara berlebihan hingga tidak lagi menyadari bahwa hasil riasannya sudah terlalu mencolok.

Saat terus menambahkan warna sedikit demi sedikit, mata dapat terbiasa dengan intensitas blush yang semakin pekat sehingga sulit membedakan apakah tampilannya masih seimbang atau sudah berlebihan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa selera dalam bermakeup juga dipengaruhi oleh tren yang sedang berkembang di media sosial. Apa yang sering muncul di linimasa perlahan dapat membentuk anggapan bahwa tampilan tertentu adalah hal yang normal.

Advertisement

Padahal, riasan yang terlihat menarik pada seorang kreator belum tentu menghasilkan kesan serupa ketika diterapkan pada wajah orang lain.

Hal itu karena setiap orang memiliki karakter wajah yang berbeda. Warna kulit, bentuk wajah, hingga undertone menjadi beberapa faktor yang memengaruhi hasil akhir penggunaan blush.

Warna soft pink, misalnya, dapat terlihat segar pada sebagian orang, tetapi bisa tampak terlalu pucat atau justru mencolok pada orang lain. Begitu pula dengan warna peach, coral, atau berry yang akan memberikan hasil berbeda bergantung pada warna kulit pemakainya.

Selain pemilihan warna, teknik pengaplikasian juga tidak kalah penting. Blush yang diletakkan terlalu rendah dapat memberi kesan wajah lebih turun, sedangkan aplikasi yang terlalu melebar bisa membuat pipi terlihat lebih penuh.

Sebaliknya, penempatan yang disesuaikan dengan bentuk wajah akan membantu menciptakan tampilan yang lebih proporsional tanpa harus menggunakan produk secara berlebihan.

Advertisement

Artikel Terkait

Makeup Ala Naykilla Jadi Tren Baru Gen Z

Makeup Ala Naykilla Jadi Tren Baru Gen Z

Naykilla menarik perhatian lewat gaya makeup yang memiliki ciri khas tersendiri.

Mengenal Makeup Baddie, Tren Riasan Bold yang Bikin Wajah Tampak Tegas dan Memikat

Mengenal Makeup Baddie, Tren Riasan Bold yang Bikin Wajah Tampak Tegas dan Memikat

Tren kecantikan terus menghadirkan gaya makeup yang menarik untuk dicoba. Salah satunya adalah makeup baddie, gaya riasan yang identik dengan tampilan wajah flawless alis tegas, mata tajam, serta contour yang menonjol.

Dari Dapur ke Meja Rias? Mengenal Teknik Baking dalam Makeup

Dari Dapur ke Meja Rias? Mengenal Teknik Baking dalam Makeup

Baking merupakan teknik yang menggunakan loose setting powder di atas concealer atau makeup dasar. Bedak dibiarkan menempel selama beberapa menit sebelum disapu menggunakan kuas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer