Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fenomena Mirroring Treatment: Saat Perlakuan Dibalas dengan Perlakuan Serupa

R
Penulis: Rastri Rafiarum❯
Ilustrasi mirroring treatment yang biasa dilakukan dalam komunikasi. (AI generated)
Ilustrasi mirroring treatment yang biasa dilakukan dalam komunikasi. (AI generated)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - "Pernah dibalas chat berjam-jam?

Ya sudah, aku juga balasnya selama itu."

Kalimat seperti ini belakangan sering muncul di media sosial.

Advertisement

Banyak warganet menyebutnya sebagai mirroring treatment, yaitu membalas perlakuan seseorang dengan perlakuan yang sama.

Jika seseorang bersikap cuek, ia akan dibalas cuek. Jika seseorang jarang memberi kabar, perlakuan serupa pun diberikan sebagai bentuk respons. 

Advertisement

Cara ini dianggap mampu membuat orang lain merasakan bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu.

Fenomena ini banyak ditemukan dalam hubungan pertemanan maupun percintaan. Tidak sedikit yang mengaku sengaja melakukan mirroring treatment karena merasa sudah lelah menjelaskan perasaannya secara langsung.

Bagi mereka, membalas perlakuan dengan cara yang sama dianggap lebih efektif agar lawan bicara menyadari kesalahannya. Namun, benarkah cara tersebut mampu memperbaiki hubungan, atau justru memperpanjang konflik?

Meski populer di media sosial, mirroring treatment sebenarnya bukan istilah psikologi yang baku.

Dalam psikologi sosial, perilaku tersebut dapat dipahami melalui konsep reciprocity atau timbal balik, yaitu kecenderungan seseorang merespons perlakuan yang diterimanya dengan perilaku yang serupa.

Advertisement

Artikel Terkait

Dulu Menikah Muda Terasa Wajar, Generasi Sekarang Cenderung Menunggu

Dulu Menikah Muda Terasa Wajar, Generasi Sekarang Cenderung Menunggu

Pernahkan berpikir kenapa sekarang usia pernikahan cenderung mundur?

"Catat, Ilmu Baru Ngolah", Gaya Komunikasi Presenter Choky Sitohang Jadi Perbincangan Warganet

"Catat, Ilmu Baru Ngolah", Gaya Komunikasi Presenter Choky Sitohang Jadi Perbincangan Warganet

"ngolah" bahasa baru untuk menggambarkan cara berkomunikasi ala Choky Sitohang.

ILLIT Ditunjuk Sebagai Duta Kampanye Konsumsi Beras, Gaungkan Pola Makan Sehat untuk Generasi Muda

ILLIT Ditunjuk Sebagai Duta Kampanye Konsumsi Beras, Gaungkan Pola Makan Sehat untuk Generasi Muda

ILLIT resmi ditunjuk sebagai duta promosi konsumsi beras oleh NongHyup. Lewat kampanye “Like me, Like 米”, mereka mengajak generasi muda membangun kebiasaan makan sehat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer