Fenomena Mirroring Treatment: Saat Perlakuan Dibalas dengan Perlakuan Serupa

SOLOBALAPAN.COM - "Pernah dibalas chat berjam-jam?
Ya sudah, aku juga balasnya selama itu."
Kalimat seperti ini belakangan sering muncul di media sosial.
Banyak warganet menyebutnya sebagai mirroring treatment, yaitu membalas perlakuan seseorang dengan perlakuan yang sama.
Jika seseorang bersikap cuek, ia akan dibalas cuek. Jika seseorang jarang memberi kabar, perlakuan serupa pun diberikan sebagai bentuk respons.
Cara ini dianggap mampu membuat orang lain merasakan bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu.
Fenomena ini banyak ditemukan dalam hubungan pertemanan maupun percintaan. Tidak sedikit yang mengaku sengaja melakukan mirroring treatment karena merasa sudah lelah menjelaskan perasaannya secara langsung.
Bagi mereka, membalas perlakuan dengan cara yang sama dianggap lebih efektif agar lawan bicara menyadari kesalahannya. Namun, benarkah cara tersebut mampu memperbaiki hubungan, atau justru memperpanjang konflik?
Meski populer di media sosial, mirroring treatment sebenarnya bukan istilah psikologi yang baku.
Dalam psikologi sosial, perilaku tersebut dapat dipahami melalui konsep reciprocity atau timbal balik, yaitu kecenderungan seseorang merespons perlakuan yang diterimanya dengan perilaku yang serupa.



