Ganasnya Wereng Cokelat Serang 83 Hektar Sawah di Banyudono Boyolali, Pemdes Batan Kerahkan Drone!

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:59 WIB
Hama wereng cokelat mengancam 83 hektar sawah siap panen di Banyudono, Boyolali. Pemdes Batan pakai teknologi drone demi cegah gagal panen. (Khofid/Radar Solo)
Hama wereng cokelat mengancam 83 hektar sawah siap panen di Banyudono, Boyolali. Pemdes Batan pakai teknologi drone demi cegah gagal panen. (Khofid/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Serangan hama wereng cokelat mengganas di wilayah Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Sedikitnya 83 hektar tanaman padi siap panen terancam gagal panen akibat gigitan hama pengisap batang ini.

Guna mengantisipasi kerugian meluas, Gerakan Pengendalian (Gerdal) masif terus digencarkan. Hingga saat ini, sebanyak 68 hektar sawah berhasil ditangani melalui aksi penyemprotan serentak.

Salah satu aksi terobosan dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Batan, Kecamatan Banyudono, pada Rabu (22/7/2026).

Pemdes Batan mengerahkan teknologi drone untuk menyemprotkan pestisida secara presisi di 9 hektar lahan terdampak.

Adapun titik lahan terparah yang disemprot tersebar di kawasan barat dan utara Balai Desa Batan, serta blok timur akses jalan Bangak-Simo.

Kepala Desa Batan, Heru Waluyo, menegaskan langkah cepat ini diambil demi menyelamatkan nasib para petani lokal yang sudah mendekati masa panen.

"Kalau sampai gagal panen, kasihan warga masyarakat kita," ujar Heru di lokasi penyemprotan, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Meski di Solo Krokot Kerap di Sebut Sebagai Hama, Ternyata Tanaman Ini Punya Banyak Manfaat Salah Satunya Untuk Kesehatan Jantung

Lebih Hemat dan Mencegah Wereng Pindah Lahan

Penyemprotan berbasis drone ini memanfaatkan alokasi anggaran dana desa sebesar Rp 4,5 juta.

Menurut Heru, penggunaan drone terbukti jauh lebih efektif dan efisien ketimbang penyemprotan manual.

"Khusus penanganan hama wereng ini, kalau tidak dilakukan bersamaan dalam satu waktu, sangat sulit dibasmi. Sebab kalau disemprot manual satu per satu, werengnya cuma pindah ke lahan tetangga. Dengan drone, cakupannya lebih luas, cepat, dan hemat biaya," terangnya.

Heru menambahkan, total luas lahan pertanian di Desa Batan mencapai sekitar 47 hektar, dengan 9 hingga 10 hektar di antaranya terkonfirmasi terserang wereng cokelat.

Gerdal Serentak di 13 Desa Se-Kecamatan Banyudono

Sementara itu, Camat Banyudono, Sabarudin, mengungkapkan bahwa ancaman hama di wilayahnya datang bertubi-tubi dalam beberapa waktu terakhir.

"Setelah kemarin menghadapi hama tikus, kini giliran wereng cokelat yang menyerang. Untuk itu kami bersama para kepala desa bergerak cepat melakukan aksi gerdal," jelas Sabarudin.

Pihak kecamatan menggelar gerdal serentak selama dua hari sejak Selasa (21/7/2026) hingga Rabu (22/7/2026) di seluruh 13 desa se-Kecamatan Banyudono.

Pada Selasa, penyemprotan difokuskan di area selatan jalan raya Solo-Semarang yang meliputi Desa Dukuh, Jipangan, Jembungan, Sambon, Kuwiran, dan Cangkringan.

Sedangkan pada Rabu, penyemprotan bergeser ke area utara jalan raya, meliputi Desa Ketaon, Banyudono, Batan, Denggungan, Bangak, Trayu, serta Tanjungsari.

Pemerintah Kecamatan Banyudono mengimbau para petani untuk tetap aktif melakukan pengawasan dan penyemprotan mandiri agar wabah wereng tidak makin meluas ke wilayah sekitarnya. (fid/dam)

Editor : Damianus Bram
Sumber : Radar Solo
hama wereng hama boyolali drone banyudono