Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Waisak Raya 2570 TB di Solo Perkuat Toleransi dan Cinta Kasih Antarumat Beragama

Andi Aris Widiyanto • Minggu, 7 Juni 2026 | 15:50 WIB
Perayaan Waisak Raya 2570 TB/2026 di Balaikota Surakarta berlangsung meriah dan khidmat dengan adanya pertunjukan Wushu dan Tari Rampak yang dibawakan anak-anak Sekolah Minggu Buddhis dari sejumlah vihara di Solo Raya. (Lutfiana Sekar/solobalapan.com)
Perayaan Waisak Raya 2570 TB/2026 di Balaikota Surakarta berlangsung meriah dan khidmat dengan adanya pertunjukan Wushu dan Tari Rampak yang dibawakan anak-anak Sekolah Minggu Buddhis dari sejumlah vihara di Solo Raya. (Lutfiana Sekar/solobalapan.com)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Perayaan Waisak Raya 2570 TB/2026 berlangsung meriah dan penuh khidmat di Pendhapi Gede Balaikota Surakarta, Jumat (6/6/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri umat Buddha, tokoh agama lintas iman, unsur pemerintah, dan masyarakat umum itu menjadi simbol kuatnya semangat toleransi serta kebersamaan yang terus terjaga di Kota Solo.

Acara yang dimulai sejak pukul 18.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi momentum peringatan hari suci umat Buddha, tetapi juga ruang perjumpaan lintas agama untuk memperkuat nilai persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi sekaligus semangat kebhinekaan. Tari Gambyong yang dibawakan Dinas Pariwisata Kota Surakarta membuka acara, disusul penampilan vokal solo oleh Tian dari INLA (Perhimpunan Kasih Semesta).

Baca Juga: Riyandi hingga Irfan Jauhari Dirumorkan Hengkang, Persis Solo Janjikan Visi Cepat Promosijalu

Suasana semakin semarak dengan pertunjukan Wushu dan Tari Rampak yang dibawakan anak-anak Sekolah Minggu Buddhis dari sejumlah vihara di Solo Raya. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan yang memenuhi area Pendhapi Gede Balaikota.

Tak hanya itu, komunitas vihara juga menampilkan permainan angklung yang menggambarkan harmonisasi berbagai nada menjadi satu kesatuan yang indah. Pertunjukan tersebut dinilai selaras dengan semangat Waisak yang mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan saling menghormati.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, tokoh Buddhis Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera, para pemuka agama lintas iman, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Astrid Widayani mengaku terhormat dapat hadir dan merayakan Waisak bersama umat Buddha di Kota Solo. Menurutnya, perayaan tersebut menjadi bukti bahwa nilai kebajikan dan toleransi terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.

“Ini adalah bukti nyata bagaimana ajaran luhur dapat hidup dan meresap dalam napas guyub rukun di Kota Surakarta,” ujarnya.

Astrid menegaskan bahwa Waisak tidak hanya memiliki makna penting bagi umat Buddha, tetapi juga menyimpan pesan universal yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat. Nilai kebijaksanaan, cinta kasih (metta), dan welas asih dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Di tengah tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, ia mengajak seluruh warga untuk terus menjaga semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan.

“Kita semua memiliki cahayanya masing-masing untuk menerangi dunia. Cinta kasih yang tanpa batas tidak memandang sekat suku, ras, maupun agama,” katanya.

Baca Juga: Kini Pilih Tinggal Bersama Ruben Onsu, Onyo Bongkar Suasana Tak Nyaman Saat Masih Serumah dengan Sarwendah

Solo Jaga Tradisi Kerukunan

Perayaan Waisak Raya 2570 TB juga menjadi ajang silaturahmi lintas agama yang memperlihatkan kuatnya budaya toleransi di Kota Solo. Kehadiran tokoh agama dan masyarakat dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa kerukunan tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

Meski Indonesia kerap menghadapi tantangan dalam menjaga harmoni sosial akibat perbedaan keyakinan dan identitas, Kota Solo terus berupaya mempertahankan tradisi dialog serta kebersamaan antarumat beragama melalui berbagai kegiatan budaya dan keagamaan.

Rangkaian acara ditutup dengan pementasan Teater Jataka Ruru atau Kisah Rusa Emas yang dibawakan Sanggar Bengkel Seni Kreasi Omah Sewu Sirah. Pertunjukan tersebut mengangkat pesan moral tentang pengorbanan, kebajikan, dan kepedulian terhadap sesama yang menjadi bagian penting dalam ajaran Buddha.

Melalui perayaan Waisak Raya 2570 TB/2026 ini, masyarakat diajak tidak hanya memperingati momentum keagamaan, tetapi juga merefleksikan pentingnya menjaga persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menebarkan cinta kasih dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Kena Mental di GBK, Pelatih Oman Kaget dengan Permainan Timnas Indonesia, Sebut Tak Sesuai dengan Ranking FIFA

Di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa, nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi fondasi dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial, khususnya di Kota Surakarta yang selama ini dikenal sebagai salah satu barometer toleransi di Indonesia. (Lutfiana Sekar/AN)

 
 
Editor : Andi Aris Widiyanto
#perayaan waisak Raya 2570 TB/2026 #Balaikota Surakarta #umat Budha #perayaan waisak di Solo #hari suci umat Budha