SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Euforia menyambut ajang Piala Dunia FIFA 2026 mulai terasa di Kota Solo. Sebanyak 48 tampah yang dihiasi logo dan bendera negara peserta dipasang di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, sebagai simbol dukungan terhadap pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Meski Timnas Indonesia tidak tampil dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Utara itu, warga Solo tetap diajak merasakan kemeriahan dan atmosfer kompetisi yang mempertemukan 48 negara dari berbagai belahan dunia.
Penggagas spot foto tersebut, Mayor Haristanto, mengatakan ide tersebut muncul sebagai bentuk antusiasme masyarakat terhadap perhelatan sepak bola paling bergengsi di dunia.
“Gelaran piala dunia tinggal menghitung hari. Meskipun Indonesia tidak terlibat, tidak masalah karena piala dunia ini akan memunculkan drama yang luar biasa. Yuk kita nikmati hura-hura, sukacita, dan kegembiraan piala dunia. Ada 48 tim yang akan berlaga memperebutkan gelar juara dunia,” ujarnya, Kamis (4/6).
Jadi Spot Selfie Bertema Piala Dunia
Spot foto yang berada di kawasan Nusukan tersebut dirancang sebagai tempat masyarakat berfoto sekaligus merasakan semarak Piala Dunia 2026. Deretan tampah yang disusun rapi menampilkan simbol dan identitas negara-negara peserta turnamen.
Mayor Haristanto menyebut lokasi tersebut menjadi spot selfie bertema Piala Dunia yang unik di Kota Solo dan terbuka untuk masyarakat.
“Silakan selfie di sini. Ini spot selfie satu-satunya di Kota Solo untuk memeriahkan piala dunia,” katanya.
Dibuat Gotong Royong dan Ramah Lingkungan
Menurut Mayor, pembuatan instalasi tersebut dilakukan secara swadaya dan gotong royong oleh warga. Ide itu baru muncul sekitar sepekan lalu dan langsung direalisasikan dengan memanfaatkan material yang sudah tersedia.
Partisi dan tampah bekas didaur ulang kemudian dihias menggunakan media promosi bergambar logo serta bendera negara-negara peserta Piala Dunia.
Baca Juga: Dua Pelajar Diamankan dalam Kasus Curanmor di Baki Sukoharjo
“Ide ini baru muncul seminggu yang lalu. Hari ini kami kerja bakti untuk membuatnya. Kami punya properti partisi dan tampah yang kemudian didaur ulang, lalu ditempeli MMT bergambar logo dan bendera negara-negara peserta,” jelasnya.
Solo Ingin Ikut Meramaikan Atmosfer Piala Dunia
Keberadaan spot foto tersebut diharapkan menjadi simbol bahwa Solo turut menyambut dan meramaikan pesta sepak bola dunia. Selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, lokasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para pencinta sepak bola.
“Kami berharap Solo menjadi kota yang peduli tentang perhelatan sepak bola dunia. Bisa dibilang Solo mencuri start untuk menyambut piala dunia,” ungkapnya.
Nikmati Euforia, Bukan Sekadar Mencari Juara
Mayor Haristanto mengaku tidak terlalu fokus pada prediksi siapa yang akan menjadi juara dunia. Menurutnya, nilai utama dari Piala Dunia terletak pada semangat kebersamaan, hiburan, dan pembelajaran yang bisa diperoleh dari para pemain maupun para suporter dari seluruh dunia.
“Saya sendiri tidak terlalu mempedulikan siapa yang akan menjadi juara. Yang penting euforianya dapat. Kita sebagai penonton dan suporter bisa belajar dari mereka,” pungkasnya. (alf/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto