Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Malam Takbiran Berubah Mencekam, Pemuda Klaten Jadi Korban Klitih di Prambanan

Angga Purenda • Kamis, 4 Juni 2026 | 06:09 WIB
Aldino yang berbaring di tempat tidur di kediamannya, Sidowayah, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. 9ANGGA PURENDA/SOLOBALAPAN.COM)
Aldino yang berbaring di tempat tidur di kediamannya, Sidowayah, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten. 9ANGGA PURENDA/SOLOBALAPAN.COM)

KLATEN, SOLOBALAPAN.COM – Malam takbiran yang seharusnya menjadi momen penuh suka cita berubah menjadi pengalaman traumatis bagi Aldino Akbar.

Pemuda 19 tahun asal Sidowayah, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah itu menjadi korban aksi klitih atau kekerasan jalanan yang terjadi pada Kamis (27/5/2026) dini hari.

Akibat serangan brutal tersebut, Aldino mengalami sejumlah luka serius akibat sabetan senjata tajam jenis celurit dan harus menjalani tindakan operasi.

Baca Juga: Sinopsis Film Clayface: Saat Ambisi Sembuhkan Wajah Berubah Jadi Teror Body Horror Mencekam

Saat ditemui di kediamannya, Aldino masih terbaring menjalani masa pemulihan. Dengan suara lirih, ia menceritakan kembali detik-detik mencekam yang dialaminya bersama rekan-rekannya pada malam kejadian.

Berawal dari Jalan-Jalan Malam Takbiran

Menurut Aldino, peristiwa itu bermula setelah dirinya pulang bekerja dan menjemput seorang temannya. Mereka kemudian memutuskan berkendara menuju wilayah Yogyakarta untuk menikmati suasana malam takbiran.

Namun situasi berubah ketika mereka berada di kawasan Kalasan, Sleman.

“Sampai di daerah Kalasan saya putar balik karena di depan ada penyekatan jalan. Saat muter balik itu saya tidak tahu kalau di sekitar situ ada rombongan pelaku. Tiba-tiba teman saya dilempar batu sampai kepalanya bocor,” tuturnya.

Menyadari kondisi tidak aman, Aldino bersama teman-temannya langsung berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor.

 

Dikejar Hingga Lintas Provinsi

Pelarian tersebut ternyata tidak menghentikan aksi para pelaku. Menurut Aldino, rombongan yang membawa senjata tajam terus mengejar mereka dari wilayah Sleman hingga memasuki Kabupaten Klaten.

Aksi kejar-kejaran berlangsung dalam suasana gelap malam dan penuh kepanikan.

“Saya dikejar terus. Pelaku mengeluarkan celurit. Saya kena bacok di jalan belakang candi, dekat Candi Sewu,” ungkapnya.

Serangan itu menyebabkan Aldino mengalami luka di beberapa bagian tubuh, termasuk lengan, leher, dan punggung.

Korban mengaku sempat syok dan tidak sempat meminta pertolongan. Beruntung, warga sekitar segera memberikan bantuan dan mengevakuasinya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Alasan Film Clayface Pakai Budget Minim: Fokus Tampilkan Horor Fisik Ketimbang Efek CGI Mahal

Polisi Benarkan Kejadian

Kapolsek Polsek Prambanan, AKP Nyoto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurutnya, kejadian berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni wilayah Kalasan, Sleman dan wilayah Prambanan, Klaten.

“Benar, ada dua kejadian malam itu. Satu di wilayah Kalasan dan satu di wilayah Klaten. Untuk korban yang dievakuasi ke rumah sakit dan melapor kemarin masuk wilayah Klaten,” jelas Nyoto.

Ia menambahkan bahwa kasus tersebut telah berhasil diungkap melalui kerja sama aparat kepolisian lintas wilayah.

“Pengungkapan dilakukan secara gabungan antara Polsek Prambanan dan Polres Klaten. Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan dan kasusnya masih terus dikembangkan,” ujarnya.

Bupati Klaten Beri Perhatian Khusus

Penderitaan yang dialami Aldino juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Klaten.

 

Pada Rabu (3/6/2026), Hamenang Wajar Ismoyo didampingi Kepala Dinsos P3APPKB Klaten, Puspo Enggar Hastuti, serta perwakilan Baznas Klaten mengunjungi kediaman korban.

Dalam kunjungan tersebut, Aldino menerima bantuan pengobatan senilai Rp15 juta yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Klaten dan Baznas Klaten.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu biaya operasi dan pemulihan yang sebelumnya harus ditanggung keluarga secara mandiri.

Selain itu, Pemkab Klaten juga berkomitmen mengawal proses pengobatan lanjutan Aldino di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro hingga kondisinya benar-benar pulih.

Baca Juga: Sinopsis Avatar: The Last Airbender Season 2: Ujian Berat Aang Kuasai Pengendalian Bumi, Makin Dewasa dan Kompleks

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa aksi kekerasan jalanan masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda. Aparat kepolisian pun diharapkan terus memperkuat langkah pencegahan dan penindakan agar kejadian serupa tidak terulang. (ren/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kekerasan jalanan #Aldino Akbar korban klitih #korban klitih #sabetan celurit #klaten