Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tahukah Anda? Kampung Kestalan Solo Dulunya Kandang Kuda Mangkunegaran

S
Penulis: Siti Putri Lestari❯
Gapura Kampung Kestalan, Banjarsari, Solo. (Siti Putri/Radar solo)
Gapura Kampung Kestalan, Banjarsari, Solo. (Siti Putri/Radar solo)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM – Di balik padatnya permukiman dan aktivitas perdagangan di Kelurahan Kestalan, Kecamatan Banjarsari, Solo, tersimpan jejak sejarah panjang yang berkaitan erat dengan Pura Mangkunegaran. Tidak banyak yang mengetahui, kawasan yang kini berada di jantung Kota Solo itu dulunya merupakan lokasi kandang kuda milik Mangkunegaran.

Letaknya yang strategis, tidak jauh dari Pura Mangkunegaran dan kawasan Balapan, membuat wilayah ini dipilih sebagai pusat pemeliharaan kuda kerajaan pada masanya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kestalan sekaligus Ketua Pokdarwis Solo dan Wakil Ketua Pokdarwis Jawa Tengah Mintorogo menjelaskan bahwa kawasan Kestalan memiliki fungsi penting dalam mendukung aktivitas pemerintahan Mangkunegaran.

"Kampung Kestalan dahulu pada masa pemerintahan Mangkunegaran merupakan kandang kuda milik Mangkunegaran. Kuda-kuda ditempatkan di sini karena lokasinya strategis, dekat dengan jalur pacuan kuda di Balapan," ujarnya.

Pada masa itu, kuda bukan sekadar alat transportasi. Hewan tersebut menjadi sarana mobilitas utama para bangsawan, prajurit, hingga utusan kerajaan.

Advertisement

Kuda juga digunakan untuk kepentingan militer, penyampaian pesan, maupun berbagai upacara resmi. Karena itu, keberadaan kandang kuda ditempatkan di lokasi yang dekat dengan pusat pemerintahan dan area latihan agar mudah diakses kapan pun dibutuhkan.

Di kawasan inilah para abdi dalem bertugas memberi pakan, memandikan, menjaga kesehatan, hingga menyiapkan kuda-kuda kerajaan agar selalu siap digunakan.

Nama Kestalan diyakini berasal dari kata stal, istilah dalam bahasa Belanda yang berarti kandang kuda.

Seiring waktu, penyebutan kata tersebut mengalami penyesuaian dalam pelafalan masyarakat Jawa hingga berubah menjadi Kestalan, nama yang kemudian melekat sebagai identitas kampung dan kini menjadi nama resmi kelurahan.

Menurut Mintorogo, berdasarkan penuturan para sesepuh, kawasan kandang kuda diperkirakan berada di sekitar lokasi SD Kestalan hingga area Kantor Kelurahan Kestalan saat ini.

Advertisement

Artikel Terkait

Bok Teko, Saksi Bisu Akulturasi Budaya Etnis Jawa-Tionghoa di Kampung Balong Solo

Bok Teko, Saksi Bisu Akulturasi Budaya Etnis Jawa-Tionghoa di Kampung Balong Solo

Bok Teko di Kampung Balong, Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, Solo, merupakan simbol kerukunan warga pribumi dan etnis Tionghoa, yang hingga kini terus terjaga.

Asal-usul Kampung Jagalan:  Kampung yang Tumbuh dari Profesi Penyembelih Hewan di Era Keraton

Asal-usul Kampung Jagalan: Kampung yang Tumbuh dari Profesi Penyembelih Hewan di Era Keraton

Kampung Jagalan di Solo menyimpan jejak sejarah para jagal yang memasok kebutuhan Keraton Kasunanan Surakarta. Kini, warisan itu tetap hidup melalui UMKM olahan daging dan cerita para sesepuh.

Jejak Sejarah Kampung Kauman Pasar Legi: Tenggelam Seiring Pemindahan Masjid Al Wustho Mangkunegaran

Jejak Sejarah Kampung Kauman Pasar Legi: Tenggelam Seiring Pemindahan Masjid Al Wustho Mangkunegaran

Tak banyak yang tahu, Solo memiliki dua Kampung Kauman. Kauman Pasar Legi menyimpan jejak sejarah Mangkunegaran yang perlahan terlupakan akibat perpindahan masjid dan perkembangan kawasan perdagangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer