SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota Surakarta mulai melakukan penempelan stiker bagi rumah tangga penerima bantuan sosial (bansos) secara serentak di seluruh wilayah Kota Solo, Rabu (3/6).
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemadanan data penerima bantuan sekaligus pengawasan di lapangan agar bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Penempelan stiker bertuliskan Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial dilakukan di 54 kelurahan yang tersebar di Kota Solo. Sasaran program ini meliputi penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, turut terjun langsung melakukan pemasangan stiker di sejumlah rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari.
Menurut Respati, pemasangan stiker bukan bertujuan memberikan label negatif kepada warga penerima bantuan, melainkan sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan yang sedang dijalankan pemerintah kota.
“Penempelan stiker ini tidak dimaksudkan untuk memberikan stigma pada penerima bansos, tetapi diharapkan dapat menjadi semangat pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Dorong Warga Keluar dari Kemiskinan
Pemkot Solo berharap para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf hidupnya sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan sosial di masa mendatang.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui program Rumah Siap Kerja yang bertujuan membantu warga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang layak.
Program tersebut juga membuka peluang bagi warga untuk mendapatkan akses pekerjaan hingga ke luar negeri.
“Banyak yang belum punya pekerjaan, ada juga yang sudah kerja tetapi upahnya belum layak. Ini akan kita intervensi melalui Rumah Siap Kerja,” tegas Respati.
Sudah 10.018 Stiker Didistribusikan
Pada tahap awal, Pemkot Surakarta telah mencetak dan mendistribusikan sebanyak 10.018 stiker kepada penerima bansos di seluruh kelurahan.
Dalam waktu dekat, pemerintah kota akan kembali menyalurkan sekitar 7.000 stiker tambahan untuk keluarga penerima manfaat lainnya yang belum terjangkau pada tahap pertama.
Baca Juga: Siapa Pelatih Baru Persis Solo di Liga 2 2026/2027? Nama Rasiman Mencuat, Ini Tanggapannya
Selain melakukan pemutakhiran data, Pemkot Solo juga menargetkan sebanyak 1.000 keluarga penerima manfaat dapat keluar dari kategori miskin atau “lulus” dari program bantuan sosial sepanjang tahun 2026.
Gunakan Data DTSEN
Di lokasi berbeda, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan bahwa program pemasangan stiker merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan bantuan sosial diberikan kepada warga yang benar-benar berhak.
Menurutnya, sistem pendataan yang digunakan kini telah beralih dari E-SIK ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk meningkatkan akurasi penerima bantuan.
“Hari ini resmi secara serentak program pengentasan kemiskinan di Kota Surakarta. Ini komitmen kami untuk pemadanan data agar bantuan tepat sasaran. Dulu kan pakai E-SIK, kini menggunakan DTSEN. Harapannya yang mendapatkan bantuan benar-benar berhak dapat jaminan dari pemerintah,” kata Astrid.
Melalui program ini, Pemkot Solo berharap pengawasan terhadap penyaluran bantuan sosial semakin efektif sekaligus menjadi langkah konkret dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Kota Bengawan. (ves/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto