SOLO, SOLOBALAPAN.COM – SMKN 7 Solo kembali menggelar Gelar Karya ke-5 sebagai bagian dari Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menampilkan hasil pembelajaran melalui proyek nyata sesuai konsentrasi keahlian masing-masing.
Berbagai karya dan praktik kompetensi dipamerkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari bidang perhotelan, kuliner, desain komunikasi visual, broadcasting, pariwisata hingga pelayanan sosial.
Kepala SMKN 7 Solo, Sugeng Prihanto, mengatakan penilaian berbasis proyek dipilih karena kompetensi yang dibutuhkan dunia industri tidak cukup diukur melalui tes tertulis semata.
Baca Juga: Tim Terpadu Karanganyar Minta Aktivitas Pembangunan di Berjo Dihentikan Sementara
Melalui gelar karya, siswa dapat menunjukkan keterampilan yang telah dikuasai sekaligus melatih kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
"Anak-anak menunjukkan kompetensi yang sudah dicapai selama belajar. Harapannya mereka lebih siap memasuki dunia kerja setelah lulus," ujarnya, Selasa (2/6).
Lulusan Mulai Terserap Industri Sebelum Wisuda
Sugeng mengungkapkan, saat ini sekitar 12,5 persen lulusan SMKN 7 Solo atau sekitar 60 siswa telah terserap di dunia industri bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan.
Mayoritas lulusan yang sudah diterima bekerja berasal dari sektor perhotelan, food and beverage (F&B), serta ritel.
Menurutnya, kegiatan gelar karya menjadi sarana penting untuk memperkuat kesiapan siswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
"Melalui gelar karya ini, siswa tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, memecahkan masalah, dan membangun kesiapan menghadapi dunia kerja," tambahnya.
Lomba Making Bed dan Towel Art Libatkan SMK Se-Soloraya
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam Gelar Karya tahun ini adalah lomba making bed dan towel art yang diikuti sembilan SMK se-Soloraya dengan konsentrasi keahlian perhotelan.
Meski Gelar Karya telah rutin diselenggarakan selama beberapa tahun terakhir, kompetisi tersebut menjadi yang pertama kali digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Baca Juga: Pemakaman Warga Obesitas di Karanganyar Libatkan Crane dan Tim Gabungan
Ketua Konsentrasi Keahlian Perhotelan SMKN 7 Solo, Albertus Bayu Pinongko, menjelaskan kegiatan dikemas dalam konsep hotel exhibition guna meningkatkan motivasi siswa sekaligus menjadi bagian dari penilaian PSAT.
"Setelah gelar karya ini siswa masih harus melakukan presentasi. Yang ditampilkan meliputi pelayanan perhotelan hingga K3LH," katanya.
Siswa Kuliner Tampilkan Produk dan Jiwa Wirausaha
Tak hanya bidang perhotelan, siswa kompetensi keahlian kuliner juga menampilkan berbagai produk makanan hasil praktik selama satu semester.
Ketua Kompetensi Keahlian Kuliner SMKN 7 Solo, Flaviana Sri Wihartinah, menjelaskan setiap jenjang memiliki fokus pembelajaran yang berbeda.
Siswa kelas XI tidak hanya belajar membuat produk kuliner, tetapi juga dibekali kemampuan kewirausahaan, mulai dari menghitung biaya produksi hingga menentukan harga jual.
Sementara itu, siswa kelas X lebih difokuskan pada penguasaan teknik dasar memasak dan pengolahan bumbu.
Belajar dari Evaluasi Hasil Masakan
Baca Juga: Unggah Salam Perpisahan Haru, Nico Alfriyanto Resmi Tinggalkan Persija Jakarta
Salah satu peserta dari kelas X Kuliner 3, Aprilia Karunia, menampilkan menu fish steak yang telah dipersiapkannya sehari sebelum kegiatan berlangsung.
Meski telah melakukan sejumlah uji coba, Aprilia mengaku masih menemukan beberapa kekurangan pada hasil masakannya yang menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan kemampuan di masa mendatang.
"Masih ada yang perlu diperbaiki seperti saus yang terlalu kental dan plating yang kurang berwarna. Tapi dari situ kami belajar untuk lebih baik lagi," jelasnya.
Melalui Gelar Karya ke-5 ini, SMKN 7 Solo berharap siswa tidak hanya menguasai kompetensi teknis sesuai bidang keahlian, tetapi juga memiliki pengalaman nyata yang dapat menjadi bekal saat memasuki dunia kerja maupun berwirausaha setelah lulus. (alf/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto