SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota Surakarta menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Balai Kota Surakarta, Senin (1/6/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan diikuti berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, serta pelajar dari seluruh Kota Surakarta.
Sebelum upacara dimulai, peserta dan tamu undangan disuguhkan penampilan Tari Garuda Wiratama dari Sanggar Soerya Soemirat.
Baca Juga: Puasa 18 Jam hingga Makan 4.000 Kalori, Ini Transformasi Gila Nicholas Galitzine Demi He-Man
Tarian tersebut menggambarkan semangat kepahlawanan, persatuan, serta kecintaan terhadap tanah air yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Upacara dihadiri oleh Respati Achmad Ardianto, Astrid Widayani, jajaran pejabat Pemerintah Kota Surakarta, unsur TNI dan Polri, anggota Linmas, serta perwakilan siswa SMA dan SMP se-Kota Surakarta.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Arief Handoko Wisman membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Yudian Wahyudi.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan terwujudnya keadilan bagi seluruh umat manusia. Kemajuan ekonomi dan teknologi juga harus dibarengi dengan arah moral yang kuat agar tidak menjauhkan bangsa dari nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Baca Juga: Beda dari Versi Klasik! Film Masters of the Universe 2026 Hadirkan Origin Story He-Man ala Superman
Yudian mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol atau sekadar teks dalam buku sejarah. Nilai-nilainya harus hidup dalam tindakan nyata dan menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Selain itu, pemerintah pusat juga menekankan pentingnya menghadirkan kebijakan publik yang berlandaskan keadilan sosial, melindungi kelompok rentan, serta memastikan seluruh warga negara memperoleh kesempatan yang sama dalam pembangunan.
Amanat tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa dengan terus melawan berbagai bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang dapat mengancam harmoni sosial di tengah keberagaman Indonesia.
Baca Juga: Viral di Media Sosial, Bentrokan Banyudono Diduga Berawal dari Saling Balas Teriakan
“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” kutipan amanat yang dibacakan dalam upacara tersebut.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai dasar bangsa, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga persatuan dalam bingkai keberagaman.
Upacara ditutup dengan seruan Salam Pancasila yang menggema di halaman Balai Kota Surakarta, disertai ajakan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan demi mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan berkeadaban. (Lutfiana Sekar/AN)
Editor : Andi Aris Widiyanto