BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Suasana Minggu sore yang semula ramai di kawasan Ngangkruk, Pengging, Kecamatan Banyudono, mendadak berubah mencekam. Bentrokan antar dua kelompok pecah hingga dua kali di depan sebuah minimarket dan memicu kepanikan warga serta pengunjung yang berada di lokasi.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu (31/5) itu mengakibatkan satu orang mengalami luka-luka, kaca toko pecah, serta satu unit sepeda motor pelanggan rusak akibat amukan massa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan pertama terjadi sekitar pukul 17.20 WIB di depan gerai Indomaret Ngangkruk. Dua kelompok terlibat bentrokan fisik yang berlangsung sekitar 10 menit.
Situasi sempat berlangsung kacau. Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam toko. Sementara di luar, bentrokan menyebabkan kaca gerai pecah dan halaman depan dipenuhi batu serta potongan kayu yang diduga digunakan sebagai alat penyerangan.
Akibat insiden tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan wilayah Banyudono.
Belum reda ketegangan, sekitar pukul 17.49 WIB massa kembali bergerak menuju kawasan Pertigaan Bangak. Di lokasi itu kedua kelompok kembali berhadapan dan terlibat adu mulut yang nyaris kembali memicu bentrokan.
Saksi menyebut salah satu kelompok datang dari arah barat sebelum akhirnya kembali bergerak meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Es Kapal Masih Jadi Primadona di Solo, Bertahan di Tengah Gempuran Minuman Kekinian
Namun situasi kembali memanas sekitar pukul 18.00 WIB. Bentrokan kedua pecah di lokasi yang sama, yakni di depan Indomaret Ngangkruk.
Melihat kondisi yang semakin tidak terkendali, pihak toko langsung mengambil langkah darurat dengan menutup pintu rolling door untuk melindungi karyawan dan pelanggan yang masih berada di dalam.
“Pas rame-ramenya di luar, kita langsung tutup rolling door. Ada dua pelanggan yang masih di dalam jadi terjebak. Kita juga nggak berani buka dulu sampai situasi agak reda,” ujar salah seorang pegawai toko yang bertugas saat kejadian.
Keputusan tersebut membuat dua pelanggan harus bertahan di dalam gerai hingga kondisi di luar dinilai aman.
Baca Juga: MotoGP Mugello 2026: Bezzecchi Tak Terbendung, Marc Marquez Belum Maksimal
Selain menyebabkan kepanikan, bentrokan susulan juga mengakibatkan kerusakan pada satu unit sepeda motor milik pelanggan yang terparkir di halaman toko.
Petugas kepolisian kemudian datang ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah bentrokan meluas. Sejumlah personel terlihat melakukan penjagaan di sekitar area kejadian.
Hingga Minggu malam, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif bentrokan serta mengidentifikasi kelompok-kelompok yang terlibat dalam insiden tersebut.
Sementara itu, sejumlah warga mengaku sempat dibuat waswas oleh keributan yang berlangsung di ruang publik dan dekat pusat aktivitas masyarakat tersebut.
Pantauan di lapangan juga menunjukkan adanya kelompok pemuda yang sempat bersitegang di tepi jalan dekat kawasan Gereja Baptis Indonesia Ketaon beberapa saat setelah bentrokan terjadi.
Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi sembari menunggu hasil penyelidikan resmi terkait insiden tersebut. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto