Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Temuan Stupa Kelima di Desa Nepen Boyolali Diduga Berasal dari Abad 8-10 Masehi

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 29 Mei 2026 | 14:25 WIB

 

Tim arkeolog BPK Jawa Tengah memastikan temuan ODCB di Desa Nepen, Boyolali merupakan stupa candi dari masa klasik Hindu-Buddha sekitar abad 8 hingga 10 Masehi. (Arief Budiman/solobalapan.com)
Tim arkeolog BPK Jawa Tengah memastikan temuan ODCB di Desa Nepen, Boyolali merupakan stupa candi dari masa klasik Hindu-Buddha sekitar abad 8 hingga 10 Masehi. (Arief Budiman/solobalapan.com)

BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Tim arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah memastikan objek diduga cagar budaya (ODCB) yang ditemukan di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali merupakan sebuah stupa candi dari masa klasik Hindu-Buddha.

Kepastian tersebut disampaikan setelah tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi temuan pada Jumat (29/5/2026).

Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Wardiyah, menjelaskan struktur benda yang ditemukan memiliki ciri khas arsitektur stupa Buddha.

Baca Juga: Tembus US$320 Juta, Ini Alasan Film The Chronicles of Narnia Netflix Telan Biaya Fantastis

“Objek yang dilaporkan itu bisa kita nyatakan memang adalah stupa. Karena bentuknya menunjukkan itu. Jadi stupa itu ada beberapa bagian besar seperti prasada, anda, harmika, dan yasti,” jelas Wardiyah di lokasi.

Menurutnya, stupa terbaru yang ditemukan di Desa Nepen memiliki bentuk dan ornamen yang lebih lengkap dibanding empat temuan stupa sebelumnya di wilayah yang sama.

Bagian prasada atau kaki stupa, anda berbentuk kubah lonceng, hingga harmika berbentuk segi empat sudah tampak jelas. Bahkan ragam hias yang ditemukan disebut paling kaya dibanding temuan sebelumnya.

“Kalau dilihat dari ornamennya, ini lebih lengkap. Ada sabuk pada bagian anda dan hiasan sulur-suluran,” katanya.

Selain motif flora berupa sulur-suluran, bagian harmika juga dihiasi antefiks. Namun bagian yasti atau tongkat puncak stupa belum ditemukan.

Baca Juga: Istri Napi di Sragen Ketahuan Sembunyikan Sabu dan Pil Koplo di Balik Pembalut

Wardiyah menduga pengerjaan stupa tersebut belum selesai sepenuhnya pada masanya.

“Kalau melihat bagian harmika, sepertinya unfinished atau belum selesai karena baru sebagian yang sudah ditata. Secara bentuk dan estetika, ini memang paling bagus di antara lima stupa yang ditemukan,” tambahnya.

Meski belum dapat dipastikan secara pasti melalui bukti tertulis, tim arkeolog memperkirakan stupa tersebut berasal dari masa klasik Hindu-Buddha sekitar abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.

Perkiraan itu didasarkan pada konteks kawasan lereng Merapi-Merbabu yang dikenal memiliki banyak peninggalan masa klasik.

Baca Juga: Sempat Jadi Gosip Panas, Vilmei Kini Blak-blakan Akui Sudah Putus dari Willie Salim, Ini Kata Sang Selebgram

“Kalau melihat konteks wilayah Merapi-Merbabu, kemungkinan berasal dari masa klasik Hindu-Buddha dengan latar belakang agama Buddha,” terang Wardiyah.

Ia menjelaskan stupa pada masa itu berfungsi sebagai sarana peribadatan umat Buddha setelah wafatnya Sang Buddha.

Dengan ditemukannya lima stupa di Desa Nepen, tim arkeolog menduga wilayah tersebut dahulu merupakan kawasan permukiman masyarakat pendukung budaya Buddha.

“Kita tidak mungkin menemukan banyak objek seperti ini di tempat yang masyarakatnya tidak mendukung budaya tersebut. Jadi bisa diasumsikan daerah ini dulu memang diwarnai latar belakang budaya Buddha,” ujarnya.

Pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah juga mengimbau warga agar segera melapor apabila menemukan batu berornamen saat menggali tanah atau membangun rumah.

Baca Juga: Cuma Rp200 Jutaan, Apa yang Baru dari Honda City Facelift 2026 yang Baru Meluncur?

Warga diminta tidak memindahkan ataupun melakukan tindakan terhadap benda temuan sebelum tim ahli melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain meninjau lokasi temuan terbaru, tim arkeolog juga mendatangi beberapa titik lain di Desa Nepen yang sebelumnya telah ditemukan objek diduga cagar budaya. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#benda cagar budaya #ODCB #tim arkeolog #balai Pelestarisan Kebudayaan Jawa Tengah #Candi Hindu-Budah