
SOLOBALAPAN.COM - Di bagian selatan Kota Surabaya berdiri salah satu stasiun bersejarah yang hingga kini masih menjadi simpul penting transportasi kereta api, yakni Stasiun Wonokromo.
Berlokasi di Kecamatan Wonokromo, stasiun ini melayani perjalanan kereta api antarkota maupun kereta lokal, sekaligus menjadi penghubung utama menuju berbagai wilayah di Jawa Timur.
Dikutip dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan catatan sejarah perkeretaapian, Stasiun Wonokromo mulai beroperasi pada 16 Mei 1878 sebagai bagian dari jalur Surabaya–Pasuruan yang dibangun oleh perusahaan kereta api pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS).
Baca Juga: Stasiun Gawok, Stasiun Berusia 139 Tahun di Sukoharjo yang Tetap Aktif Layani KRL Solo–Jogja
Kehadiran stasiun ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan jaringan rel di Jawa Timur sekaligus mendukung distribusi hasil perkebunan dan perdagangan menuju Kota Surabaya.
Nama "Wonokromo" diambil dari kawasan tempat stasiun ini berada.
Baca Juga: Menengok Riwayat Stasiun Brambanan, Aset Staatsspoorwegen yang Kini Disulap Jadi Hub Wisata Budaya
Letaknya yang strategis menjadikan Stasiun Wonokromo berkembang sebagai gerbang transportasi di sisi selatan Surabaya.
Pada masa kolonial, stasiun ini berperan penting dalam mengangkut gula, hasil bumi, dan berbagai komoditas dari daerah pedalaman menuju pusat perdagangan dan pelabuhan.
Seiring meningkatnya kebutuhan transportasi, Stasiun Wonokromo terus mengalami pengembangan.
Saat ini, stasiun tersebut melayani berbagai kereta api antarkota tujuan Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Banyuwangi, hingga Jember.
Selain itu, stasiun ini juga menjadi pemberhentian sejumlah kereta lokal yang melayani mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur.



