KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Musibah kebakaran melanda sebuah industri rumahan (home industry) di lereng Gunung Lawu.
Sebuah gudang penyimpanan kayu bakar milik perajin rambak kulit di Dukuh Krajan RT 05 RW 04, Desa Sringing, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (29/5) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut sempat memicu kepanikan massal warga sekitar. Pasalnya, material di dalam gudang didominasi oleh tumpukan kayu kering yang membuat kobaran api cepat membesar dan membubung tinggi di tengah permukiman padat penduduk.
Baca Juga: Makin Hari Makin Nempel, Ayu Ting Ting Bongkar Respon Bilqis soal Kevin Gusnadi
Kronologi Kejadian: Terbangun oleh Suara Kayu Terbakar
Gudang berstruktur semi permanen dengan dimensi ukuran sekitar 10 x 4 meter tersebut diketahui merupakan milik Saminah (39), warga setempat. Bangunan itu difungsikan khusus untuk menampung pasokan kayu bakar guna menyuplai tungku penggorengan besar produksi kerupuk rambak kulit miliknya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa petaka subuh itu pertama kali diendus oleh salah satu anggota keluarga korban yang terjaga dari tidurnya.
“Awalnya ada anggota keluarga yang mendengar bunyi gemertak seperti kayu yang sedang terbakar hebat dari arah belakang rumah. Setelah dicek ke lokasi kandang dan gudang, ternyata api sudah telanjur membesar di bagian dalam ruangan,” terang Hendro dalam laporan resmi kedaruratan BPBD Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/5).
Sadar bahaya mengintai, keluarga korban langsung berteriak histeris meminta pertolongan. Puluhan warga sekitar yang terbangun langsung berhamburan membawa peralatan seadanya—seperti ember dan pompa air rumah tangga—untuk menjinakkan api sembari mengevakuasi barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
Sinergi Pemadaman: Cegah Api Merembet ke Hunian Warga
Mengingat lokasi kebakaran dipenuhi tumpukan kayu bakar yang sangat mudah terbakar, upaya mandiri warga sempat kewalahan. Khawatir api melompat ke bangunan rumah utama, perwakilan relawan penanggulangan bencana setempat langsung mengontak posko Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD Karanganyar.
Tak berselang lama, armada truk pemadam bersama personel gabungan tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan lokalisasi area agar sabetan api tidak meluas.
Peta Situasi dan Dampak Kebakaran Gudang di Jumantono:
| Variabel Insiden | Fakta & Data Lapangan | Dampak Kerusakan & Korban |
| Spesifikasi Objek | Gudang semi permanen (10 x 4 meter) berisi tumpukan kayu bakar tungku rambak. | Atap bangunan runtuh, seluruh stok kayu bakar hangus menjadi arang. |
| Korban Jiwa/Luka | Nihil. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api meluas. | Tidak ada korban luka-luka baik dari pihak pemilik maupun relawan lapangan. |
| Estimasi Kerugian | Masih dalam tahap pendataan dan penghitungan kalkulasi aset oleh petugas. | Ditaksir mencapai jutaan rupiah akibat kerusakan struktur bangunan atas. |
| Unsur Penyelamat | BPBD, Damkar, Polsek Jumantono, Perangkat Desa, Relawan, dan Warga Sekitar. | Api berhasil dipadamkan total secara aman, lancar, dan terkendali. |
Baca Juga: Persis Solo Turun Kasta, Regulasi 3 Pemain Asing Bikin Skuad Laskar Sambernyawa Pusing
Imbauan Mitigasi Kebakaran di Area Tungku
Setelah berjibaku selama beberapa waktu, petugas gabungan akhirnya berhasil memadamkan sisa-sisa bara api dan dilanjutkan dengan proses pendinginan (cooling down) untuk memastikan tidak ada posko api sekunder yang tersembunyi di bawah tumpukan arang.
Atas kejadian ini, Hendro Prayitno menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen masyarakat dan relawan yang bergerak cepat memberikan laporan serta bantuan fisik di lapangan.
Kendati demikian, ia mengingatkan para pelaku usaha mikro yang masih menggunakan metode pengolahan konvensional untuk lebih waspada.
"Sinergi cepat warga, relawan, dan petugas sangat membantu mempercepat penanganan di lapangan sehingga permukiman sekitar bisa diselamatkan.
Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Kawasaki W800 Edisi 2026, Ikon Retro Premium yang Tak Lekang oleh Waktu
Kami mengimbau warga, terutama perajin yang memiliki gudang penyimpanan bahan mudah terbakar seperti kayu ini, untuk selalu melakukan pengecekan berkala pada area tungku dan kelistrikan sebelum beristirahat," pungkas Hendro. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto