Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Demi Cuan 'Gift' TikTok, Tiga Remaja Sragen Nekat Menyamar Jadi Pocong di Terowongan Sepi Akhirnya Diciduk Polisi

Ahmad Khairudin • Kamis, 28 Mei 2026 | 13:44 WIB
Demi gift dan viewers TikTok, tiga remaja di Sragen nekat live pakai kostum pocong di terowongan gelap, apes bukannya FYP, mereka malah diciduk Sat Intelkam Polres Sragen! (IST)
Demi gift dan viewers TikTok, tiga remaja di Sragen nekat live pakai kostum pocong di terowongan gelap, apes bukannya FYP, mereka malah diciduk Sat Intelkam Polres Sragen! (IST)

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Jagat siber dan dunia nyata di Kabupaten Sragen mendadak gempar pada Kamis (28/5) dini hari. Penyebabnya bukan karena adanya aksi teror kriminalitas murni, melainkan ulah nyeleneh tiga remaja yang kreatif namun kebablasan.

Demi mendulang ribuan viewers dan berburu saweran gift di jagat TikTok, mereka nekat memproduksi konten horor secara langsung (live) dengan kostum pocong jadi-jadian di fasilitas publik.

Alih-alih sukses masuk halaman utama atau For Your Page (FYP) dan meraup cuan melimpah, aksi "setan gabut" jalanan ini justru berakhir tragis di ruang pemeriksaan Mapolres Sragen.

Baca Juga: Strategi Baru SPMB Solo 2026: Bebas Ubah Urutan Pilihan Sekolah Hingga H-1 Biar Gak Gagal Lolos!

Kronologi Pocong Motoran: Keliling Kota Demi Cari Setting Remang-Remang

Aksi konyol menjurus bahaya tersebut dilakoni oleh tiga pelajar yang masih berusia 17 tahun. Ketiganya membagi peran secara terstruktur: RA kebagian apes mengenakan kain kafan, RG bertindak selaku operator smartphone penyiar live, serta JS yang bertugas sebagai tim hore sekaligus pengawal armada motor.

Petualangan digital bertema mistis ini sejatinya telah dirancang matang sejak Rabu (27/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Bertempat di sebuah rumah di Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, ketiganya sibuk bersolek merias wajah dan membungkus tubuh RA dengan kain putih menyerupai jenazah.

Tepat pukul 22.30 WIB, tombol start live di aplikasi TikTok ditekan. Uniknya, si "pocong" tidak berjalan melompat, melainkan berboncengan naik sepeda motor membelah jalanan kota. Mereka menyisir rute mulai dari kawasan Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro, hingga berhenti di titik finis yakni Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder.

Dipilihnya terowongan tersebut bukan tanpa alasan. Lokasinya yang remang-remang dan sepi dinilai sangat pas untuk mendramatisasi suasana demi memancing adrenalin penonton. Benar saja, dalam hitungan menit, ratusan netizen masuk ke ruang live, lengkap dengan berondongan komentar yang geger.

Baca Juga: Tisya Amallya dan Arsela Nuari Fokus Perkuat Kekompakan Timnas Voli Putri

Terjaring Radar Siber, Dikepung Intel Saat Asyik Menakuti Warga

Saking asyiknya berakting meloncat menakuti pengendara yang lewat sembari memantau interaksi layar ponsel, ketiga remaja ini tidak sadar bahwa aktivitas digital mereka sudah masuk radar siber kepolisian. Saat si pocong sedang asyik "gentayangan" di area terowongan, tiba-tiba sejumlah pria berpakaian preman langsung mengepung mereka.

Mereka ternyata adalah anggota Sat Intelkam Polres Sragen yang tengah berpatroli fisik sekaligus memonitor situasi kamtibmas di dunia maya. Tanpa perlawanan berarti—dan tentu saja dengan kostum pocong yang masih melekat erat—ketiganya langsung diangkut ke mobil petugas.

Anatomi Kasus Konten Pocong Palsu di Sragen:

Nama Pelaku (Inisial) Peran Eksperimen Sosial Lokasi Aksi Jalanan Dampak & Risiko Kamtibmas
RA (17) Aktor utama berkostum kain kafan. Perumahan Plumbungan, Stadion Taruna, Alun-Alun Solo, Terowongan Pasar Bunder. Memicu kepanikan massal pengguna jalan, rawan kecelakaan lalu lintas.
RG (17) Operator kamera & Live Streamer. Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder (Titik Finis). Menyebarkan hoaks visual bernuansa mistis yang meresahkan warga Sragen.
JS (17) Driver motor & Tim Pengawal. Jalur Protokol Kecamatan Karangmalang. Berpotensi ditiru pelaku kriminal asli untuk modus pembegalan berkedok mistis.

Kapolres Sragen: Jangan Gadaikan Keamanan Demi 'Gift' TikTok!

Baca Juga: Persib Bandung Ganti Nahkoda, Igor Tolic Naik Gantikan Bojan Hodak

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan bahwa meski hasil pendalaman menunjukkan motif para pelaku murni demi hiburan dan mengejar monetisasi platform, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan di mata hukum.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar menggunakan media sosial secara bijak dan kreatif tanpa membuat konten yang menimbulkan keresahan masyarakat maupun membahayakan diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai demi mengejar viewers, likes, ataupun gift, justru menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat," tegas AKBP Dewiana, Kamis (28/5).

Eksperimen sosial bertema horor di jalanan sepi, lanjut Kapolres, sangat rawan memicu kecelakaan akibat pengendara yang kaget, hingga potensi dimanfaatkan oleh pelaku kriminalitas asli dengan modus serupa.

Mengingat status ketiga pelaku yang masih di bawah umur, korps berbaju cokelat tersebut memilih jalur restorative justice berupa pembinaan.

Baca Juga: Punya Wajah Mirip Vespa dan Pilihan Warna Pastel Idola Anak Muda, Honda Rilis Skutik Retro Baru yang Lebih Murah dari Yamaha Filano

Pihak kepolisian memanggil orang tua masing-masing pelaku serta perwakilan dari sekolah mereka untuk proses penandatanganan surat perjanjian dan penyerahan kembali. 

Ketiga "pocong amatir" tersebut kini dipastikan kapok dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. (din/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#pocong ditangkap polisi #remaja 17 tahun #sragen #Live Tik Tok #pocong