SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Sepintas, ruko berlantai tiga di kawasan Solo Baru, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo ini tampak seperti kantor korporat pada umumnya.
Namun, di balik pintu PT Digi Global Konsultan tersebut, tersimpan episentrum kejahatan siber (cybercrime) jaringan internasional berkulit investasi kripto (crypto) palsu dengan omzet fantastis mencapai puluhan miliar rupiah.
Guna menguliti isi perut sindikat ini, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah melakukan penggeledahan besar-besaran maraton selama sembilan jam penuh, Senin (25/5) dari siang hingga malam hari.
Baca Juga: Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kardus di Sragen, Polisi Buru Pelaku Pembuanga
Ekshumasi Digital: Monitor, CPU, hingga CCTV Diangkut Truk Polisi
Penggeledahan yang dipimpin langsung oleh tim Ditressiber Polda Jateng dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Polisi memeriksa ketat setiap sudut ruangan ruko tiga lantai tersebut.
Penggeledahan baru berakhir menjelang malam, tepatnya pukul 19.45 WIB, ditandai dengan diangkutnya puluhan kardus barang bukti ke atas truk operasional polisi.
Tidak tanggung-tanggung, seluruh perangkat keras penunjang aksi penipuan, mulai dari monitor komputer, CPU, gawai, hingga kamera CCTV yang terpasang di fasad ruko dicopot paksa petugas sebagai barang bukti digital forensik.
“Pada hari ini Direktorat Siber Jateng melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan dan penyitaan. Penggeledahan berlangsung kurang lebih sembilan jam karena banyak perangkat elektronik yang harus diperiksa. Sedikitnya ada 117 item barang bukti yang kami amankan untuk kepentingan penyidikan,” terang Direktur Ressiber Polda Jateng, Kombes Himawan Susanto Saragih.
Jerat 5.000 Target Asing dengan Modus 'Romance Scams'
Praktik haram ini terendus melalui patroli siber (cyber patrol) intensif Polda Jateng. Beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026, sindikat ini tercatat telah membidik 5.000 orang target mancanegara, di mana 133 korban di antaranya telah telanjur masuk perangkap investasi fiktif tersebut dengan total kerugian menembus USD 2.327.625,85 atau setara Rp41,1 miliar.
Dalam menjalankan aksinya, sindikat ini menerapkan modus yang rapi dan terstruktur dengan membagi peran berdasarkan kewarganegaraan:
Struktur Operasional Jaringan Scam PT Digi Global Konsultan:
| Komponen Sindikat | Asal Negara / Jumlah | Peran Spesifik dalam Kejahatan |
| Leader & Marketing | 4 WN Myanmar & 7 WN Nepal | Menjadi otak strategi, pengatur ritme kerja, dan pembuat skema aplikasi investasi crypto palsu. |
| Umpan Emosional | Wanita Muda Indonesia | Membangun hubungan romantis fiktif (romance scams) lewat akun medsos palsu untuk menjerat korban. |
| Karyawan Teknis | 27 Warga Negara Indonesia | Mengoperasikan perangkat komputer, melakukan spamming, dan menjaga alur komunikasi tipu-tipu. |
Baca Juga: Hukum Kurban 1 Kambing untuk Satu Keluarga Jelang Iduladha, Sah atau Tidak?
Direktur Perusahaan Masih Melenggang Bebas
Meskipun total 38 tersangka telah resmi dijebloskan ke ruang tahanan Mapolda Jateng, publik mempertanyakan status hukum dari pimpinan tertinggi perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik Ditressiber belum menetapkan direktur PT Digi Global Konsultan sebagai tersangka.
Aparat berkilah bahwa proses hukum saat ini masih fokus pada pemeriksaan saksi ahli, pembedahan 117 barang bukti elektronik, serta pembuktian materiil dari ke-38 karyawan dan leader asing yang telah diamankan.
“38 orang sudah kami tahan. Sementara untuk direktur (perusahaan) belum diamankan, kami masih dalam proses pendalaman dan penyidikan intensif. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka selanjutnya setelah pemberkasan ini rampung,” pungkas Himawan. (kwl)
Editor : Andi Aris Widiyanto