SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Program penguatan operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sukoharjo menuai sorotan.
Dari rencana distribusi sekitar 50 unit kendaraan operasional berupa mobil pick up, hanya satu unit yang berhasil diserahkan dalam acara resmi di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), Kamis (30/4).
Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait kesiapan distribusi bantuan yang sejatinya ditujukan untuk mendukung operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan.
Baca Juga: Truk Muat Jagung Terguling di Jurang Gempal Wonogiri, Diduga Ban Meletus
Realisasi Jauh dari Target
Penyerahan simbolis tersebut disaksikan oleh Kasdim 0726/Sukoharjo, Mayor Inf Moch Aziz Yuli Anshory, yang mewakili Dandim Letkol Inf Reza Syahputra. Ia mengakui bahwa realisasi penyerahan belum sesuai dengan rencana awal.
“Sesuai informasi, sebelum duhur seharusnya hadir kurang lebih 50 unit. Namun karena kendala teknis, baru satu unit yang bisa datang,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tetap melaksanakan acara sesuai jadwal dengan satu unit kendaraan sebagai simbol dimulainya distribusi bantuan.
Kendala Teknis Jadi Alasan
Baca Juga: Menyatukan Visi, Rasa, dan Energi pada Penyusunan Koreografi Kelompok
Pihak penyedia disebut mengalami kendala teknis dalam pengiriman, sehingga pengiriman unit kendaraan tidak bisa dilakukan secara bersamaan.
Namun, tidak dijelaskan secara rinci jenis kendala yang dimaksud, apakah terkait logistik, produksi, atau distribusi.
Situasi ini memunculkan pertanyaan terkait perencanaan dan kesiapan program, mengingat acara penyerahan telah dijadwalkan sebelumnya.
Distribusi Bertahap, Transparansi Dipertanyakan
Selain kendaraan pick up, sebelumnya telah disalurkan perlengkapan lain seperti rak dan pendingin ruangan (AC). Namun, distribusi dilakukan secara bertahap dan belum sepenuhnya merata.
Minimnya informasi detail terkait jadwal distribusi lanjutan dan jumlah pasti unit yang akan diterima masing-masing koperasi menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan program ini.
Target 100 Persen, Tantangan di Lapangan
Di sisi lain, pembentukan KDKMP di Sukoharjo disebut telah mencapai 100 persen. Artinya, seluruh desa dan kelurahan telah memiliki koperasi yang siap beroperasi.
Namun, tanpa dukungan sarana operasional yang memadai, efektivitas koperasi dalam menjalankan fungsi ekonomi masyarakat berpotensi tidak optimal.
Baca Juga: Memaknai lagu Putih – Efek Rumah Kaca sebagai Ruang Kontemplasi di Tengah Bisingnya Dunia Digital
Harapan dan Tanggung Jawab
Kasdim berharap bantuan yang diberikan nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengurus koperasi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan fasilitas oleh seluruh pihak terkait, mulai dari kepala desa, lurah, hingga pengurus koperasi.
“Kami berharap bantuan ini digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan dijaga dengan baik,” tegasnya. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto